Kronologi Pencarian Cessna di Gunung Ciremai

Iman Herdiana, Jurnalis
Selasa 29 November 2011 23:58 WIB
Ilustrasi
Share :

BNDUNG-Hampir dua minggu Pesawat Cessna 172 PK NIP milik PT Nusa Flying International hilang sejak Rabu 16 November lalu. Pesawat baru ditemukan Senin 28 November keamarin oleh tim SAR gabungan.  
Salah satu tim SAR yang gigih melakukan pencarian adalah perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung Wanadri Bandung. Asalnya, tim ini melakukan pencarian di wilayah Gunung Burangrang yang berada di pegunungan Situ Lembang bersama Tim SAR lainnya. Namun tidak membuahkan hasil.
 
Setelah tim pencarian Cessna sempat dihentikan, Tim Wanadri tetap melakukan pencarian. Namun mereka menggeser pencariannya ke wilayah Gunung Ciremai, Majalengka Jawa Barat pada Rabu, 23 November.
 
"Waktu itu kita menggeser pencarian dari Gunung Burangrang ke Gunung Ciremai karena punya informasi bahwa Cessna mengar ah di sana," kata Koordinator SAR Wanadri, Surya Pagi Asa, di Kantor Wanadri Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/11/2011).
 
Namun, Asa enggan membeberkan bagaimana informasi itu didapat karena termasuk sistem kerja Wanadri yang dirahasiakan. Berdasarkan analisa terhadap informasi yang didapat, Wanadri menyimpulkan kuat dugaan bahwa Cessna berpenumpang tiga orang itu ada di sekitar Gunung Ciremai.
 
Maka pada Rabu 23 November itu sebanyak 18 orang Wanadri mulai mengubek Gunung Ciremai. Di Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Tim SAR Wanadri mendirikan posko pencarian. Di sana mereka juga bekerja sama dengan warga setempat, organisasi pecinta alam Akar, dan berkoordinasi dengan Polres Majalengka.
 
Selanjutnya, mereka membentuk tim gabungan yang diketuai senior Wanadri yang akrab dipanggil Kopral Soma.
 
Lalu pada Senin 28 November sekira pukul 16.00 WIB, kabar baik itu datang. Seorang warga datang ke posko SAR gabungan sambil membawa sebuah lempeng pesawat.
 
Lempeng itu dianalisis, dan disimpulkan memang berasal dari pesawat Cessna, meski masih diragukan jenis Cessna-nya. Pasalnya, pada 2003 Cessna 172 PK-DCM milik Deraya Playing School juga hilang di daerah tersebut yang hingga kini belum diketemukan.
 
Maka sekira pukul 20.00 WIB tim SAR Wanadri sebanyak 8 orang bersama 21 warga dan Pecinta Alam Maja Akar berangkat melakukan pencarian menuju tempat serpihan pesawat yang ditemukan warga.
 
"Sebenarnya Tim Wanadri ada 18 yang diturunkan, namun dua tim lagi masih melakukan pencarian di lapangan," jelas Asa.
 
Perjalan tersebut memakan waktu 6 jam atau diperkirakan tim akan tiba lewat tengah malam atau Selasa dini hari. Kesulitan yang tim hadapi adalah harus menempuh lereng yang terjal karena lokasi pesawat di luar jalur jalan setapak yang ada. Tim pun harus membuka jalur baru.
 
"Mereka tiba pagi dini hari. Dan laporan ke sini (Bandung) masuk pukul 06.00 WIB," tutur Asa.
 
Di pinggir tebing, pesawat Cessna 172 PK NIP yang dicari-cari itu kondisinya sangat mengenaskan. Tim menduga pesawat telah menabrak tebing. Sayap pesawat juga patah. Di dalam pesawat ditemukan tiga awaknya, dua lagi menggunakan baju orange, dan satu lagi mengenakan seragam pitih yang diduga kopilot.
 
"Di ground zero (lokasi) kondisi pesawat seperti habis menabrak lereng," tuturnya.
 
Ground zero itu disebut warga sebagai kawasan Kawah Burung, di bagian barat Gunung Ciremai pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (Mpdl).
 
Informasi temuan keping pesawat menyebar begitu cepat. Banyak tim SAR lainnya yang ikut membantu dan menuju lokasi pesawat. Total Tim SAR gabungan yang menuju lokasi itu lebih dari 200 orang. Di antaranya dari TNI, Brimob Mabes Polri dan Polda Jabar,Basarnas, organisasi Pecinta Alam, dan warga sekitar.

(Taufik Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya