JAYAPURA- Jenazah anggota Polres Jayapura Bripda Ridwan, yang menjadi korban penganiayaan saat HUT OPM pada 1 Desember lalu, akan dibawa ke kampung halamannya pukul 14.00 WIT.
“Siang ini diterbangkan ke Medan berangkat pukul 14.00 WIT dari Jayapura dengan pesawat Garuda Indonesia GA 655 via Jakarta,” kata Kabid Humas Polda Papua, kombes Pol Wachyono dalam pesan singkat yang diterima okezone, Senin (5/12/2011).
Jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Toba Samosir. “Jenazah akan dibawa ke Kampung Jonggi Nihuta, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir,” tulisnya.
Sebelumnya, Bripda Ridwan mengembuskan nafas terakhir sekira pukul 00.30 WIT. Korban tewas setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.
Ridwan dianiaya sekira 15 orang tidak dikenal saat dia dan seorang rekannya Bripka Dian Budi Santoso, Kanit Intelkam Polsek Nombrokang, mengecek laporan pengibaran bendera Bintang Fajar di Kampung Berap, Distrik Nimbrokang, Kabupaten Jayapura, pada 1 Desember pukul 01.00 WIT dini hari.
Saat itu mereka menuju lokasi menggunakan sepeda motor. Sesampai di lokasi, mereka dihadang sekelompok orang. “Di depan motor ada 15 orang menodongkan panah dan di belakang ada lima orang,” tutur Dian pada Kamis 1 Desember lalu.
Dian dan Ridwan berinisiatif loncat ke Kali Biru yang berada di samping kanan jalan dengan berpegangan tangan, mengingat arus kali saat itu sangat deras. Sementara massa yang menghadang melepaskan tembakan ke arah mereka.
Nahas, pegangan terlepas. Dian selamat setelah berpegangan di dahan pohon sagu, sementara Ridwan tersangkut di tepi kali dan ditangkap kelompok tersebut.
(Kemas Irawan Nurrachman)