MEDAN - Jenazah Bripda Ridwan Napitupulu, anggota Satuan Intelkrim Polres Jayapura yang tewas akibat terkena panah orang tak dikenal 1 Desember lalu, tiba di Bandara Polonia Medan. Jenazah yang tiba sekitar pukul 22.30 itu, diterima oleh Kapolda Sumatera Utara beserta keluarga almarhum.
Pantauan Okezone, jenazah tiba melalui terminal cargo Bandara Polonia Medan dengan pesawat Garuda GA 196 dari Jakarta. Lalu, dibawa ke VIP Bandara Polonia menggunakan mobil jenazah RS Bhayangkara Polda Sumut.
Jenazah disambut langsung oleh keluarga dan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Wisjnu Amat Sastro beserta sejumlah pejabat teras kepolisian dan Polresta Medan.
Keluarga yang sejak sore menunggu kedatangan jenazah tak dapat menahan tangis saat jenazah tiba. Kapolda mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapat informasi dari Polda Papua bahwa jenazah akan tiba di Medan.
“Kita dapat informasi dari Polda Papua, dan kita buat penghormatan terakhir karena beliau kan keluarga besar Polri. Kita berdoa bersama-sama agar arwah beliau diterima di sisi-Nya," ujar Kapolda di lokasi, Senin (2/12/2011).
Sementara itu, keluarga korban mengaku tidak memiliki firasat buruk atas kepergian bungsu dari enam bersaudara tersebut. “Semoga arwahnya diterima, kami tidak ada firasat buruk sebelumnya,” tukas salah satu keluarga almarhum yang menjemput di bandara.
Setelah diserahkan ke keluarga yang menjemput, jenazah langsung dibawa ke kampung halamannya di Desa Napitupulu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.
Korban sebelumnya sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit di Jayapura selama dua hari setelah paha kanannya terkena panah orang tak dikenal saat akan melakukan pengecekan soal pengibaran bendara Bintang Fajar di Kampung Berap, Distrik Nimbrokang, Kabupaten Jayapura.
Korban juga sempat dianiaya oleh 15 orang tak dikenal tersebut. Sementara rekan korban, Kanit Intelkam Intelkam Polsek Nombrokang, Bripka Dian Budi Santoso, berhasil lolos dari pengroyokan.
(Insaf Albert Tarigan)