KLATEN - Iptu Marsono dicopot dari jabatannya sebagai Wakapolsek Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Marsono menganiaya ayah kandungnya sendiri Yoto Wiratmo hingga tewas.
“Kini yang bersangkutan (Marsono) menjadi perwira pertama (Pama) di Mapolres Klaten. Belum ada job yang akan ditempatinya. Kami masih terus menyelidiki kasus tewasnya Yoto Wiratmo tersebut,” jelas Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja.
Kalingga menambahkan, sebelum menjabat kapolsek, Marsono juga pernah menjalani perawatan di rumah sakit karena tekanan dari tinggi. Namun saat itu kondisi kejiawaan Marsono belum separah saat ini.
Kalingga juga tidak mengetahui pasti apakah saat itu Marsono sudah mengalami depresi atau belum.
Pemeriksaan medis dilakukan dua kali yaitu pada 2009 dan 2010. Saat itu Marsono menjabat sebagai Kasat Tahti Polres Klaten. Setahun kemudian dia dimutasi mendudukui jabatan sebagai Wakapolsek Jatinom.
“Yang bersangkutan memang pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST). Ini berdasarkan rekaman medik tentang kondisi kesehatan yang bersangkutan,” jelasnya.
Ditambahkannya, dari laporan yang ada pada 2009 lalu Marsono pernah berulah di Mapolres Klaten, saat itu dia sempat berteriak-teriak di kantor. Namun dia tidak sampai merusak fasilitas dan melukai orang.
Terkait proses hukum yang akan dijalani Marsono, lanjut Kalingga, polisi masih menunggu pemeriksaan kondisi kejiwaan pria berusia 56 tahun tersebut. “Sehingga saat ini belum ada sanksi hukum yang diperoleh Marsono,” katanya.
Dia menjelaskan hasil pemeriksaan kejiwaan baru diketahui dua pekan mendatang.
“Selama menunggu proses tersebut polisi akan melakukan koordinasi dengan tenaga medis yang merawat Marsono untuk memantau perkembangan pemeriksaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Jatinom AKP Rukani mengatakan sejak menduduki jabatan orang nomor dua di Mapolsek Jatinom dia selalu hati-hati dan tidak memberi banyak tugas kepada Marsono. Sejak dipindahkan ke Jatinom, Marsono memang sudah sensitif dalam segala hal.
“Sehingga kalau ada yang bilang tertekan karena pekerjaan tentu ini tidak benar. Karena tugas yang saya berikan kepadanya tidak berat,” ujarnya.
Dia menambahkan, anggota polsek lainnya juga selalu menghindari untuk bersitegang dengan Marsono. Sehingga saat bertugas Marsono cenderung banyak.
Sebelumnya, Iptu Marsono yang diduga stres menghabisi nyawa Yoto Wiratmo, ayah kandungnya. Kasus tersebut terjadi di rumah Marsono di Dusun Karang Duren, Desa Krajan, Kecamatan Jatinom.
(Dian AF)