SURABAYA - Seorang Ibu dan bayinya tewas saat menjalani proses persalinan di Rumah Sakit Adiguna, Surabaya. Pihak keluarga menduga telah terjadi malapratik oleh dokter saat melakukan penanganan medis.
Suaminya, Mariyanto pun berniat meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit atas kematian istrinya, Tanti Susilowati dan buah hatinya itu.
”Selama ini dokter tidak pernah memberikan peringatan atau petunjuk jika istri saya mengalami masalah dengan kondisi fisik dan janinnya. Dokter juga tidak memberi surat rujukan atau menyarankan operasi Caesar. Jika memang kondisi istri dan janin tidak memungkinkan lahir normal,” katanya kepada wartawan, Senin (19/12/2011).
Menurut Mariyanto, dokter hanya mengatakan bahwa korban meninggal karena kehabisan napas saat tahap pembukaan tiga, akibat gangguan penyakit batuk yang diderita isterinya.
“Isteri saya batuk bertambah parah sesudah diberi obat oleh dokter, pihak rumah sakit mengaku tidak punya Ambulans untuk segera merujuknya ke rumah sakit rujukan seperti RS Dr Soetomo,” tambahnya lirih.
Atas kejadian itu Mariyanto yang didampinginya kuasa hukumnya, Mohamad Sholeh, akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk mengusut dugaan kesalahan prosedur dalam penanganan proses persalinan, hingga menyebabkan tewasnya ibu dan anak yang baru dilahirkan.
Sementara itu Direktur Rumah Sakit Adi Guna Surabaya, Dokter Iswiyanti mengaku masih menunggu laporan dari dokter yang menangani proses persalinan. Pihaknya juga berjanji akan bertanggung jawab jika memang ditemukan kesalahan prosedur dalam penanganan medis. (wal)
(Dede Suryana)