SURABAYA - Dua petinggi Partai Demokrat Jawa Timur menyambangi Mapolrestabes Surabaya Kamis (22/12/2011). Keduanya yakni Wakil Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Junianto Wahyudi dan salah satu petinggi partai bernama Dedy Prihambudi.
Tujuan kedatangan mereka untuk mengklarifikasi terkait tudingan keterlibatan Anas Urbaningrum dan Nazaruddin dalam kasus penipuan CPNS dengan Tersangka Elizabeth Susanti.
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dituding menerima transfer uang sebesar Rp100 milliar.
"Kedatangan kami untuk kalrifikasi keterlibatan Anas Urbaningrum dalam kasus ini. Baik Elisabeth maupun Pengacaranya mengaku tidak pernah melontarkan pernyataan itu. Saat ini sudah Clear. Ternyata tidak benar ada keterlibatan Anas," kata Dedy di Mapolrestabes Jalan Taman Sikatan I, Surabaya, Kamis (22/12/2011) kemarin.
Namun demikian, pihaknya juga mengaku belum ada upaya hukum terkait persoalan tersebut. "Intinya kita sudah klarifikasi tidak ada transfer uang ke rekening Anas Urbaningrum sebesar Rp100 Milliar terkait kasus penipuan CPNS ini," sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, Junianto Wahyudi menambahkan, tuduhan transfer uang sebesar Rp100 milliar itu sangat tidak masuk akal. Alasannya, dari informasi yang diterima yang dituduhkan adalah Rp13 milliar, kerugian mencapai Rp200 Juta dan 6 pelapor.
"Dengan alasan itu kok tiba-tiba mucul angka transfer Rp100 milliar itu tentunya luar logika," cetusnya.
Setelah diklarifikasi, Elisabeth dan Burhan, pengacara tidak pernah melontarkan pernyataan itu. Ia juga mengaku tidak tahu siapa yang menghembuskan isu tersebut. "Yang jelas persoalannnya sekarang sudah clear. Entah siapa yang melontarkannya. Kita tidak bisa langsung men-justmen (mengadili-red)," kata pria yang akrab disapa Mustenk ini.
Sekadar diketahui, pelaku penipuan CPNS, Elizabeth Susanti kabur dari Kejari Surabaya pada 13 Desember lalu. Santi, sapaan akrab pelaku ini saat itu tengah dijemput petugas Polrestabes Surabaya atas permintaan Kejari Surabaya untuk dibon.
Sesampainya di Kantor Kejari Surabaya, tersangka kabur dan melarikan diri. Drama pelarian tersangka ini sempat terekam kamera CCTV. Elisabeth sendiri juga mencatut Sekdaprov Jatim Rasiyo dan Ketua Bidang OKK DPD Partai Demokrat Jatim, Hartoyo dalam kasus penipuan CPNS.
(Rizka Diputra)