Miris... Setiap Bulan 30 Orang di Bali Terkena HIV/Aids

Rohmat, Jurnalis
Sabtu 24 Desember 2011 10:40 WIB
Simbol hari AIDS sedunia
Share :

DENPASAR- Serangan penyakit HIV/Aids di Pulau Bali kian mengkhawatirkan tak kurang setiap bulannya 30 orang terserang penyakit mematikan tersebut.

Fakta miris itu disampaikan Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Bali dalam diskusi dengan Komunitas Jurnalis Peduli Aids (KJPA).

"Data yang kami himpun di Dinas Kesehatan Provinsi Bali sampai bulan November terdapat sekira 5.222 orang pengidap HIV/Aids," kata Sekretaris KPA Bali,  I Made Suprapta di Denpasar, Sabtu (24/12/2011).

Dari jumlah itu, ada kecenderungan terjadi peningkatan kasus dari tahun ke tahun.  Kenaikan kasus HIV/Aids perbulannya kisaran 10 sampai 30. Jika dihitung maka terjadi kenaikan rata-rata peningkatan sampai 30 orang perbulannya.

Peningkatan jumlah penderita virus berbahaya itu, karena adanya penyebaran inveksi baru.  Namun disisi lain sebenarnya keberhasilan pemerintah atau swasta yang bergerak sehingga bisa mengungkap kasus tersebut.

Supartha menilai fakta tersebut sebenarnya merupakan fenomena gunung es. Di bawah itu diyakini masih terdapat fakta di bawah permukaan yang lebih besar namun belum terungkap.

Karena itu, peran pemerintah dan semua pihak untuk terus melakukan pencegahan penularannya bisa dinformasikan ke masyarakat luas.

Hal sama disampaikan Rofiqi Hasan anggota KJPA, jangan sampai pemberitaan justru memperberat atau menyebabkan para ODHA  yang dicurigai mengidap HIV/Aids menjadi termarjinalisasi.

Tidak hanya itu, masih ada stigma negatif di masyarakat terhadap korban HIV.  Dicontohkan, ada warga yang menolak atau mengucilkan terhadap jenasah korban yang meninggal HIV karena takut tertular, padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Sebab, setelah empat jam sebenarnya, virus HIV sudah mati sehingga tidak menularkan ke orang lain.

Demikian juga, Pemberitaan mestinya lebih pada semangat empati encourage sehingga bisa mengubah masyarakat bisa lebih sehat produktif.

"KPA tahun ini  dan ke depan mempertemukan jurnalis perbulan untuk membahasa dan mengkampanyekan penanggulangan HIV/Aids," katanya didampingi Koordinator Komunitas Jurnalis Peduli Aids Bali Ida Bagus Anom.

Sejak enam tahun lalu,  KJPA cukup aktif mengKampanyekan pemberian kondom di lokasisasi. Masalahnya kampanye ini Kerap dipersepsikan berbeda oleh masyarakat untuk melegalisasi prostitusi.

Padahal, kata Rofiqi kegiatan itu dimaksudkan untuk pencegahan kelompok berisiko tertular penyakit mematikan tersebut.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya