TERNATE - Aksi pemblokiran Bandara Emalamo di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, oleh warga, terus berlanjut. Warga bertahan di landasan pacu (runway) menuntut pembayaran lahan mereka yang terkena dampak perluasan bandara.
Aksi pemblokiran sudah dilakukan warga Desa Waiipa dan Desa Umaloya, Kecamatan Sanana, sejak lima hari lalu.
Bahkan seluruh ladasan pacu bandara sudah ditutup dengan batu dan kayu. Akibatnya aktivitas bandara lumpuh total. Sejumlah penerbangan dari dan ke ibu kota Sanana terpaksa dibatalkan hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
Jainudin Buomona, seorang warga Desa Waiipa, Senin (26/12/2011), menuding pemerintah daerah setempat tidak peduli atas nasib warga yang terkena dampak perluasan bandara.
Mereka kecewa dengan pemerintah yang sebelumnya berjanji akan menyelesaikan masalah ganti rugi, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
Sementara itu Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus enggan memberikan komentar terkait pemblokiran dan pembayaran tanah warga yang terkena perluasan bandara.
(Dian AF)