JAKARTA - Meski berkoalisi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tahun 2012 memastikan akan tetap kritis terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
"Tidak perlu khawatir kita akan melemah dari aspek pengawasan. Kita akan semakin kritis, tajam, dan dalam," kata Ketua Fraksi PKS di DPR Mustafa Kamal dalam jumpa pers Refleksi Akhir Tahun F-PKS di FX Plaza, Jakarta, Rabu (28/12/2011).
Menurut dia, sikap kritis PKS tidak akan pudar meski berada di lingkaran koalisi. "Justru karena kita ada di dalam, kita ingin memperbaiki secara konstruktif. Mekanisme legislatif harus ditegaskan secara chek and balance," sambungnya.
Mengenai posisi PKS yang sempat dikabarkan akan hengkang dari koalisi, Mustafa menjawab diplomatis. Menurutnya PKS melalui Majelis Syuro belum melakukan pertemuan membahas garis partai ke depan.
"Keputusan koalisi digariskan Majelis Syuro, mungkin bulan Februari di Medan. Tetapi yang pasti berkoalisi bukan bersifat pragmatis tapi tercapainya tujuan membangun pemerintahan yang efektif," pungkasnya.
(Amril Amarullah)