BANDUNG - Antrean jamaah haji terus bertambah. Hingga Rabu, 28 Desember jumlah pendaftar mencapai 1.552.063 orang.
Demikian disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Slamet Rianto, saat membuka evaluasi Media Center Haji di Hotel Grand Aquila, Rabu (28/12/2011) malam.
"Inilah yang dinamakan waiting list. Padahal, setiap tahunnya Kementerian Agama hanya mendapat kuota 221 ribu orang untuk berangkat haji. Itu pun sudah mendapat kuota tambahan 10 ribu," ujarnya.
Masalahnya, sambung Slamet, kuota tersebut didapatkan di penghujung proses pemberangkatan jamaah haji. "Ini juga jadi masalah," katanya.
Jumlah kuota yang didapatkan itupun, terangnya, disebabkan kondisi sejumlah negara muslim di Timur Tengah tengah menghadapi masalah di dalam negeri. "Seperti di Irak, Libya, Al Jazair, Mesir. Jika kondisi negara mereka pulih, bisa jadi kuota tambahan tersebut dicabut lagi," ujarnya.
Kata Slamet, jumlah waiting list 1,5 juta membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menghabiskan antrean tersebut. Dia mengaku belum tahu apakah akan tetap menggunakan sistem per mil atau disamakan di tiap wilayah. "Karena ada wilayah yang bisa butuh 15 tahun untuk habiskan antrean," ungkapnya.
Jumlah pendaftar 1,5 juta tersebut terdiri dari 44,95 persen jamaah pria dan 55,05 persen jamaah wanita. Berdasarkan tingkat pendidikan 34,23 persen lulusan SD, 12,27 persen SMP, 24,35 persen SLTA, 6,48 persen dari D3, 19,41 persen dari S1, 2,86 persen dari S2, 0,17 persen dari S3, dan lain-lain 0,24 persen.
Sementara dari segi umur, 40 tahun sebanyak 23,29 persen, 41-50 tahun 32,47 persen, 51-60 tahun 29,78 persen, 61-70 tahun 11,61 persen, 71-80 tahun 2,62 persen, 81 tahun ke atas 0,22 persen. (sus)
(Carolina Christina)