JAKARTA - Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Basumi) memprediksi kekerasan yang mengatasnamakan agama masih akan terjadi pada 2012 mendatang.
Karena itu, Ketua Bidang Kaderisasi PP Basumi Abidin Fikri mendesak pemerintah bergerak untuk menyelesaikan pokok dasar permasalahan sosial yang memiju konflik atas nama agama di Indonesia.
"Masalah tidak bisa diselesaikan hanya dengan pidato," katanya di kantor PP Bamusi Jalan Pancoran Timur, Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat (30/12/2011).
Jika pemerintah terus berdiam diri, kata Abidin, bukan mustahil pertikaian antarkelompok agama atau masyarakat akan menjadi ancaman sendiri bagi keberadaan SBY sebagai Presiden.
"Saya kira SBY akan berakhir walaupun dia diamanatkan oleh Undang-Undang dan dipilih oleh rakyat," ujarnya.
Kisruh keberadaan GKI Yasmin, Bogor diperkirakan akan meledak pada 2012 mendatang. Putusan hukum atas keberadaan GKI Yasmin tidak dipatuhi oleh pemerintah. Sementara, pemerintah terlihat kesulitan merusmuskan jalan dialog.
Kasus penyerangan terhadap jamaah Syiah di Sampang juga bisa memicu wilayah lain untuk melakukan hal yang sama. "Kebangsaan sudah carut marut, SBY dan Budiono lah yang bertanggungjawab," cetusnya.
Sementara itu, peran tokoh lintas agama juga tidak begitu efektif untuk mengentaskan masalah ini. Komunikasi yang terjalin hanya lintas tokoh yang di atas, sedangkan oknum di bawah justru menyebar kebencian dengan kelompok lain.
"Kalau upaya Baitul Muslimin selalu melakukan pendekatan dan dialog antar sesama umat beragama," ucapnya.
(Dede Suryana)