KUTA- Ribuan wisatawan asing dan domestik mulai memadati jalan Legian dan berkumpul di sekitar Monumen Bom Bali I, Ground Zero, Kuta menanti malam pergantian tahun.
Jalan Legian Kuta selepas magrib atau sekira 19.00 WITA sudah mulai dipadati warga. Petugas kepolisian langsung mensterilkan jalan yang biasanya ramai itu dari semua jenis kendaraan.
Praktis, warga hanya bisa berjalan kaki, di sepanjang jalan Legian hingga Pantai Kuta. Konsentrasi warga dan wisatawan, nampak terpusat di Ground Zero tempat para korban tragedi bom Bali 12 Oktober 2002.
Warga masyarakat berbondong-bondong turun ke jalan guna merayakan malam tahun baru, Cuaca malam ini nampak cerah setelah sebelumnya sejak pagi hingga sore Denpasar, Kuta dan sekitarnya diselimuti mendung dan diguyur hujan gerimis.
Dari pantuan di lapangan, wistawan asing dan domestik nampak membaur bersama hingga Ground Zero. Tua muda, hingga anak anak larut dalam kemeriahan menyambut datangnya tahun 2012.
Tak sedikit dari wisatawan yang mengabadikan kenangan malam tahun baru dengan berfoto bersama di depan Ground Zero.
Tiupan terompet ditingkahi pesta kembang api semakin menyemarakkan suasana malam di jantungnya Pariwisata Bali ini.
"Sampai saat ini situasi masih kondusif, meski jalanan macet namun kita tetap berupaya mengatur arus lalu lintas agar kemacetan bisa dikurangi," ujar Kaid Humas Polda Bali Kombes Pol Hariadi, Sabtu malam (31/12/2011).
Untuk jalan Legian dan Pantai Kuta memang hanya diperuntukkan bagi para pejalan kaki. Penutupan akses jalan tersebut berlangsung sejak pukul 18.00 Wita, sampai selesainya peryaan malam tahun baru.
Jajaran Polda Bali telah menyiapkan acara di Ground Zero untuk melepas tahun 2012 dan menyambut 2012. Nampak Wakapolda Bali I Ketut Untung Yoga sudah berada di lokasi dan rencananya Kapolda Bali Irjen Pol Totoy Herawan Indra akan melakukan teleconference dengan Kapolri Jenderal Timor Pradopo
Perayaan malam tahun baru ini mendapat pengamanan cukup ketat dari kepolisian. Nampak pasukan Brimobda Polda Bali bersenjata lengkap disiagkan di sekitar Ground Zero dan sejumlah titik strategis.
(Stefanus Yugo Hindarto)