SUKOHARJO - Sebanyak 4.400 warga dari dua Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, yaitu Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Grogol masih bertahan dilokasi pengungsian.
Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi banjir, ratusan rumah di dua Kecamatan tersebut terendam banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Suprapto mengatakan, dari total pengungsi yang masuk dalam data adalah 4.400 jiwa terdiri dari 2.400 korban banjir di Kecamatan Mojolaban dan 2.000 jiwa korban banjir di Kecamatan Grogol.
“Saat ini mereka masih berada di tempat pengungsian. Kami memberikan fasilitas tempat, kesehatan dan makanan,"jelas Suprapto,di Solo, Selasa, (3/1/2012).
Dia menjelaskan, untuk kecamatan Grogol yang menjadi korban banjir ada di enam desa yakni Desa Nusupan, Kadokan, Parangjoro, Magegondo, Kwarasan, dan Desa Langenharjo. Sedangkan untuk kecamatan Mojolaban yang menjadi korban adalah desa Tegal made, gadingan dan laban.
Untuk kecamatan Mojolaban di desa Gadingan yang menjadi korban banjir ada 1.000 jiwa, desa Tegalmade ada korban 600 jiwa dan desa Laban ada 800 jiwa. Mereka semua mengungsi di balaidesa dan juga kantor kecamatan.
“Kebanyakan warga yang masih mengungsi yang tinggal di daerah bantaran sungai Bengawan Solo dan sungai Samin. Sungai Samin merupakan anak sungai Bengawan Solo. Saat Bengawan Solo meluap, air dari anak sungai tidak bisa masuk sehingga meluap ke pemukiman warga,”jelasnya.
Sedangkan Untuk Kecamatan Mojolaban, salah satu lokasi pengungsian adalah balai desa Gadingan. Di lokasi tersebut, terdapat sekitar 300 pengungsi.
Menurutnya, tempat pengungsian di Gadingan juga tersebar. Jumlah total pengungsi sekitar 1.000 warga.
(Amril Amarullah)