NU Blitar Jamin Sekolah Anak-anak Mantan PSK

Solichan Arif, Jurnalis
Jum'at 06 Januari 2012 21:14 WIB
Ilustrasi
Share :

BLITAR - Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Blitar akan menjamin masa depan pendidikan anak-anak bekas penghuni lokalisasi di Kabupaten Blitar.

Untuk setiap anak mantan pekerja seks komersial (PSK), PCNU akan mengantar yang bersangkutan hingga ke jenjang pendidikan setingkat sekolah menengah tingkat pertama (SLTP).

“Tentunya lembaga pendidikan yang ditawarkan adalah milik NU, seperti Maarif,” ujar Satkorcab Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Blitar Imron Rosyadi kepada wartawan, Jumat (6/1/2012).

Tawaran tersebut secara otomatis berlaku bagi anak-anak yang saat ini masih duduk di bawah SLTP. Misalnya, mereka yang belajar di bangku sekolah dasar atau taman kanak-kanak. Sebab, dengan ditutupnya lokalisasi, secara tidak langsung akan berimbas kepada nasib pendidikan anak-anak PSK. “Dan itu sudah kita pikirkan jauh-jauh hari,” terang Imron.

Sekedar mengingatkan setelah penutupan resmi 8 Juni 2011 tidak diindahkan, ratusan anggota banser NU ditambah ormas Islam lainya melakukan penutupan paksa di tiga lokalisasi.

Seluruh aktivitas prostitusi di lokalisasi Poluhan, Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, lokalisasi Tanggul, Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, dan lokalisi Ngreco, Kecamatan Selorejo berhenti total.

Informasi yang dihimpun, tidak sedikit penghuni lokalisasi yang bekerja sambil membawa anak mereka. Anak-anak ini tidur, makan dan bertempat tinggal menjadi satu dengan ibu-ibu mereka. Mereka juga bersekolah lazimnya anak-anak pada umumnya.

Dari data yang diperoleh, jumlah anak yang berada di lingkungan kompleks pelacuran ini sekitar 35 jiwa. Mereka berada pada rentang usia 5-12 tahun. Menurut Imron, apa yang dilakukan ini sebagai solusi penutupan yang sejak awal disepakati oleh NU. “Artinya kita tidak hanya sekadar bersepakat menutup. Tapi juga memberikan jalan tengah bagi anak-anak ini,” pungkasnya.

Sementara KP3 WTS/PTS selaku lembaga penanggung jawab penutupan lokalisasi menyambut baik langkah yang diambil PCNU Kabupaten Blitar ini.

Wakil Ketua KP3 Hendi Budi Hyuantoro akan membantu dalam mengumpulkan data. Sebab, pasca penutupan ini, KP3 masih memiliki tanggung jawab untuk pembinaan. Karenanya kita melakukan pendataan ulang kembali PSK yang berasal dari Blitar. Dari situ kita akan tahu siap yang memiliki anak yang perlu mendapat bantuan pendidikan, ujarnya.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya