PASURUAN - Sebanyak tujuh imigran gelap asal Iran yang ditahan di rumah detensi imigran (rudenim) di Raci-Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/1/2012) kemarin berhasil kabur.
Kaburnya para imigran gelap tersebut menurut keterangan yang berhasil dihimpun okezone, diduga melalui tembok belakang setinggi 5 meter dengan menggunakan sarung dan kelambu.
Sedangkan modus operandinya,sebagian imigran lainnya melakukan keributan guna mengalihkan perhatian petugas jaga.
Dari tujuh orang yang sempat melarikan diri tersebut, tiga diantaranya berhasil kembali ditangkap petugas, sedangkan empat lainnya hingga saat ini masih dalam pengejaran.
Pihak imigrasi pun meminta bantuan pihak kepolisian guna menangkap kembali empat orang imigran gelap yang kabur tersebut. Diduga kaburnya para imigran tersebut karena mereka depresi setelah keinginan mereka untuk menuju Australia tidak berhasil akibat kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Trenggalek beberapa waktu lalu.
Paska insiden kaburnya para imigran gelap asal Iran ini, pihak rudenim Surabaya akhirnya meminta bantuan personil kepolisian guna membantu pengamanan di rudenim.
Sementara itu, menurut keterangan Ali salah satu imigran gelap yang bisa berbahasa Indonesia, para imigran tersebut sejatinya enggan untuk dipulangkan ke negara asalnya karena situasi keamanan yang tidak memungkinkan akibat adanya konflik yang berkepanjangan. Untuk itu, mereka menuju Australia guna mendapatkan suaka untuk menjalani hidup yang lebih baik.
(Rizka Diputra)