JAKARTA - Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto menyatakan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie telah menginstruksikan Bambang Soesatyo yang kerap membuat kegaduhan politik terutama terkait tuduhan-tuduhannya terhadap SBY dan Partai Demokrat, untuk mengakhiri manuver-manuvernya.
“Bambang sudah kita panggil untuk menyudahi polemik. Kita juga sudah meminta dirinya untuk tidak melemparkan argumentasi yang tidak bisa diterima oleh partner koalisi kita. Ramainya berita saling serang antara kader PD dan PG membingungkan masyarakat,” ungkap Setya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/1/2012).
Lanjut Setya, pernyataan Bambang selama ini merupakan kritik pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Golkar. Oleh sebab itu, pihaknya meminta Bambang tak mengulangi hal serupa agar tidak merugikan partai Golkar dalam koalisi.
“Selama ini apa yang dilakukan Bambang itu aksi pribadinya, namun memang dalam organisasi ada aturan juga. Untuk itulah kita memanggil Bambang,” terangnya.
Sementara Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu berharap semua pihak agar menyudahi semua polemik dan saling tuding menuding. Hal yang lebih penting saat ini berbuat sesuatu yang lebih baik demi kepentingan bangsa, sebab hubungan Ical dengan SBY telah berjalan seirama.
”Kalau buat saya mungkin perlu kita sudahi saling serang antar kader seperti ini. Kita harus berpikir kedepan tidak perlu melakukan perang. Di setgab hubungan antara pimpinan fraksi maupun antara Pak Ical dan Pak SBY sudah harmonis dan berjalan baik," terangnya.
Saat ditanya tentang serangan balik kader Partai Demokrat dan membawa-bawa nama Ical serta Partai Golkar, Setya tak mau ikut campur. Kata Setya, persoalaan itu merupakan urusan partai Demokrat. “Itu urusan internal Partai Demokrat, kami tidak ada urusan dengan mereka,” pungkasnya.
Sebelumnya, konflik serang menyerang antara partai Demokrat dan Partai Golkar sempat menghangat. Bahkan kedua kader partai tersebut memiliki sebutan tersendiri untuk menyerang. Semisal kader Demokrat menyebut kader Golkar dengan 'Ikan Salmon' yang berarti 'Intelektual Kagetan dan Asal Ngomong'. Sedangkan kader Golkar menyebut kader Demokrat dengan sebutan 'Ikan Teri'.
(Muhammad Saifullah )