SOLO - Curah hujan tinggi melanda hampir di seluruh kota di Indonesia beberapa hari terakhir. Masyarakat diminta waspada terhadap penyakit yang muncul akibat dari banjir.
Beberapa penyakit yang kerap muncul seiring datangnya banjir yakni diare, penyakit kulit, ISPA dan leptospirosis.
Dokter Umum Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Solo, Wasifah mengatakan bahwa selama ini masyarakat kurang mewaspadai penyakit leptospirosis.
Padahal, terserang leptospirosis bisa menyebabkan syndrome weil yakni gagal ginjal dan sakit kuning. Tidak jarang menyebabkan meningitis dan pendarahan di paru-paru.
Bahkan bila tidak segera ditangani secara tepat, dapat berisiko pada kematian. “Oleh karena itu, saat banjir tetap perlu waspada terhadap berjangkitnya penyakit leptospirosis,” kata dia di RS PKU Muhammadiyah Solo, Jawa Tengah, Senin (10/1/2012).
Dia menerangkan, penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira. Biasanya bakteri ini terdapat di dalam air kencing hewan yang terinfeksi. Terutama kencing tikus.
“Meski sebenarnya tidak hanya air kencing tikus saja yang mampu menularkan, Kencing anjing dan babipun bisa menularkan,” jelasnya.
Gejala penyakit leptospirosis, tambahnya, pada awalnya tidak khas. Seseorang yang terinfeksi tidak akan merasakan keluhan. Gejala klinis baru muncul usai masa inkubasi sekira seminggu sampai empat minggu.
Bakteri leptospirosis masuk ke tubuh manusia, lanjutnya, melalui luka atau selaput pada mulut atau mata. Selanjutnya beredar ke seluruh tubuh lewat darah dan berkembang biak dengan cepat.
Kata dia, penyebaran biasanya tidak terjadi secara kontak langsung dengan air kencing hewan. Lumpur dan air yang tercemar air kencing hewan dapat menjadi sumber infeksi. Biasanya menyebar cepat saat adanya banjir.
Beberapa pasien yang ditanganinya selama ini biasanya datang sudah dalam kondisi parah diikuti suhu badan panas tinggi, dehidrasi, bahkan ada yang air kencingnya tidak keluar. “Jika sudah tidak bisa kencing berarti jaringan ginjalnya sudah parah,” pungkasnya. (tri)
(Carolina Christina)