JAKARTA - Pihak Greenpeace membantah telah ditinggalkan donatur. Pihaknya mengaku telah melakukan croscek kepada Nina Marlina yang sebelumnya disebut mengaku kecewa dan tidak lagi menjadi donatur Greenpeace.
Pihak Greenpeace juga mengaku merasa disudutkan sebab dianggap tidak cover both side dan hanya diberitakan sepihak.
"Nina tidak merasa diwawancara oleh wartawan mana pun, kecuali pernah menerima telepon dari seseorang yang dia kira adalah dari sebuah LSM,” kata Nur Hidayati, Kepala Greenpeace Indonesia dalam klarifikasi tertulis yang diterima okezone, Selasa (10/12/2012).
Demikian halnya dengan narasumber lain, Bagus Adithya Pratama, lanjut Nur Hidayati, pernyataannya hanya hasil kutipan surat pembaca yang dimuat di salah satu surat kabar nasional tahun lalu.
“Parahnya lagi, surat pembaca ini diplintir sedemikian rupa oleh penulis sehingga terkesan menyudutkan Greenpeace, padahal faktanya surat pembaca Bagus ini adalah keluhan mengenai kartu Citibank, bukan keluhan kepada Greenpeace. Bagus sendiri telah menyatakan tidak mempunyai permasalahan apa pun dengan organisasi kami,” jelasnya.
Hidayati menegaskan, sebagai organisasi yang independen pihaknya tidak bersedia menerima dana dari pemerintah dan perusahaan mana pun. Karena itu mereka menjadikan tulang punggung kampanye penyelamatan lingkungan Greenpeace dari donatur Individu, yang berjumlah sekitar 30.000 orang Indonesia dan sekira tiga juta orang di seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, kata dia, Greenpeace adalah organisasi yang berbadan hukum Indonesia, dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Hidayati menambahkan, sebagai organisasi yang dalam mengkampanyekan masa depan bumi agar lebih hijau, maka transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang utama bagi Greenpeace.
“Untuk itu, maka seluruh pemasukkan dan pengeluaran Greenpeace setiap tahunnya di audit oleh auditor independen, dan hasilnya bisa dengan mudah diakses tidak hanya oleh para supporter, tetapi juga masyarakat umum,” ujarnya.
Donatur-donatur pendukung Greenpeace, Hidayati menegaskan, juga melakukannya secara sukarela dan tanpa paksaan. Dan jika donatur itu memutuskan berhenti, maka bisa langsung menghubungi divisi Supporter Care Unit yang akan melayani para supporter (donatur).
“Proses pemberhentian menjadi supporter bisa melalui email (supporterservices.id@greenpeace.org), melalui telepon (021) 7182858 atau datang langsung. Seperti Bagus Adithya Rama, juga telah mengirim email untuk melakukan pemberhentian, dan secara resmi telah stop berdonasi ke Greenpeace per November 2011,” tutupnya.
(Dede Suryana)