SUMBA TIMUR - Aksi perilaku ala preman oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terekam kamera warga.
Kini video aksi tak terpuji tersebut tersebar luas dan menjadi perbincangan masyarakat Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT. Tak sedikit juga masyarakat yang mengaku khawatir setelah menonton video berdurasi lebih dari 30 detik itu.
Dalam video tersebut, terlihat jelas perilaku arogan aparat. Beberapa oknum aparat berseragam coklat dengan enaknya memukul warga hingga jatuh sempoyongan.
Sementara rekan lainnya terkesan membiarkan aksi tersebut. Korban pemukulan polisi diketahui bernama Hafid Harun (32). Pria yang bekerja sebagai penjual ikan ini, hingga kini masih diselimuti rasa trauma.
"Saya merasa diperlakukan tidak adil dan dipermalukan. Selain dipukul hingga jatuh oleh aparat Lalu Lintas saya juga sempat dikejar dan diteriaki maling serta dipukuli sejumlah oknum anggota Sabhara,” kata Hafid kepada wartawan, Selasa (10/01/2012).
Hafid bersama warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM), Kelurahan Kemala Putih, Kecamatan Kota Waingapu menuntut Kapolres Sumba Timur untuk memberikan sanksi tegas dan memproses pelaku secara hukum.
Ketua FKPM, Ridwan Puan Duka berharap i'tikad baik Kapolres untuk menindak tegas dengan memberikan sanksi disiplin dan juga memproses hukum oknum yang terlibat.
"Kami harap ada i'tikad baik dari Kapolres selaku pimpinan institusi Polri di Sumba Timur untuk memberi sanksi tegas kepada oknum Lantas yang terlibat," ungkapnya.
Dia juga menyesalkan, tidak adanya permintaan maaf dari petinggi kepolisian Sumba Timur. "Baru oknum pelaku brinisial M yang datang minta maaf secara pribadi," tambahnya.
Pada kesempatan berbeda, Wakapolres Sumba Timur Kompol Nugroho AS mengatakan kasus ini telah diselesaikan dengan cara damai dan telah melalui proses adat.
"Kasus ini sebenarnya telah diselesaikan dengan damai dan diproses sesuai adat setempat. Pelaku juga telah dikenai tindakan dan sanksi disiplin," jelasnya. (tri)
(Carolina Christina)