Demokrat Tantang Golkar Bersikap Kesatria

Misbahol Munir, Jurnalis
Rabu 11 Januari 2012 08:33 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menilai bahwa Golkar memang sengaja memainkan peran di dua kaki terkait koalisi yang dibangun selama ini. Menurutnya, Golkar hanya ingin mengeruk keuntungan diri sendiri dari apa yang mereka perbuat. Hal itu terbukti dengan bertolak belakangnya antara pernyataan Bambang Soesatyo dan Setya Novanto.  
“Itu kan sudah bukti bahwa mereka tidak jujur. Dalam kasus Century juga seperti itu, mereka tidak jujur. Mengatakan dukung SBY-Boediono sampai 2014 tapi terus menghantam pemerintahan dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Sama juga dengan pernyataan Bambang dan Setya ini semuanya bertolak belakang. Masyarakat sudah paham politik Golkar dan masyarakat paham akan Golkar,” ujar Ramadhan, Rabu (11/1/2012).
 
Sikap Golkar yang plin plan seperti ini dan juga track record Golkar di masa lalu menurut Ramadhan semakin menunjukkan kelas Golkar yang hanya mengejar keuntungan diri sendiri dan memikirkan diri sendiri tanpa mempedulikan rakyat dengan mengangkat isu-isu murahan.
 
“Kita tahu, masyarakat semua tahu Golkar seperti apa. Mereka plin plan seperti itu seperti de javu, pikiran masyarakat kembali lagi ke masa lalu. Sikap Golkar yang mau menang sendiri ini tentu tidak dapat diterima masyarakat sampai kapanpun meskipun mereka menggunakan beribu alasan,” jelasnya.
 
Demokrat menantang Golkar agar bersikap jujur. Janganlah menjadi partai yang bermuka dua, nyatakanlah secara tegas tetap bekoalisi atau oposisi.
 
“Kalau jujur, bersikap lah secara jantan. Jangan di depan bilang dukung, dibelakang terus menusuk. Kalau mau menusuk yah keluar saja, kami terima jika memang mereka ingin keluar. Katakan yang benar walaupun pahit kami terima. Yang tidak kami terima sikap yang tidak jelas seperti saat ini,” katanya.
 
Selain itu pernyataan Bambang Soesatyo bahwa dirinya hanya menjalankan tugas yang diberikan partai membuktikan bahwa benar apa yang sudah pernah dikatakannya bahwa Bambang bergerak atas perintah dan sepengatahuan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie.
 
“Kan dia katakana bahwa dia diperintahkan oleh Ketum untuk melakukan apa yang dilakukannya. Artinya pembusukan pemerintahan ini sepengatahuan Ical.Jadi kalau elitnya mengatakan Bambang itu bebas dan tidak dikendalikan Ical bohong. Kalau bohong akhirnya juga akan ketahuan, inilah bukti-buktinya,” pungkasnya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya