SAMPANG - Ratusan warga Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur, yang mengungsi selama dua pekan lebih di lapangan Tennis Indoor Sampang, akhirnya pulang ke rumah mereka dengan terpaksa.
Sekira 250 pengungsi asal Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, mengungsi setelah kompleks pondok pesantren milik warga Syiah dibakar pada akhir Desember 2011 lalu.
Para pengungsi mengaku terpaksa meninggalkan Lapangan Tennis Indoor Kota Sampang karena diminta pergi oleh pihak pemkab. Lapangan tenis tertutup itu selama dua pekan lebih menjadi tempat berlindung para warga Syiah.
Mereka masih mengkhawatirkan kondisi keamanan di Desa Karang Gayam, meski kepolisian sudah memberikan jaminan keamanan.
Apalagi, dua terduga provokator pembakaran yang dinyatakan buron oleh polisi hingga kini belum ditangkap. Polisi baru menangkap satu di antara tiga warga yang dianggap sebagai pelaku pembakaran tersebut.
Sejumlah pengungsi sempa menangis, namun mereka pasrah pada keadaan karena tidak ada pilihan lain.
“Mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain.” ujar Tajul Muluk, tokoh Syiah di Sampang, Jumat (13/1/2012).
Tajul berharap pemerintah kabupaten benar-benar menetapi janji untuk memastikan keamanan mereka. “Sebetulnya mereka (pemerintah) sudah tahu apa hak-hak kami sebagai rakyat. Masa kami harus merengek-rengek minta perlindungan keamanan lagi,” ucapnya.
Kepulangan para pengungsi ini pun mendapat pengawalan ketat dari sejumlah personil TNI-Polri yang telah disiagakan sebelumnya.
(Dian AF)