JAKARTA - Pemerintah dan DPR sama-sama menghabiskan puluhan miliar pajak rakyat untuk renovasi gedung tahun ini. Jika DPR menghabiskan Rp20 miliar untuk renovasi satu ruang rapat seluas sepuluh kali sepuluh meter, Sekretariat Negara menganggarkan Rp80,4 miliar untuk membangun dan merenovasi gedung. Khusus untuk renovasi Istana Kepresidenan menghabiskan Rp21,9 miliar.
Jika sebelumnya pimpinan dan anggota DPR kewalahan menanggapi kritikan masyarakat termasuk sejumlah menteri yang menjabat ketua umum parpol mengenai proyek ruangan Banggar, kali ini mereka gantian mengkritik proyek pemerintah. Meski belum mengetahui detailnya, proyek pemerintah disebut-sebut memboroskan keuangan negara.
“Saat ini janganlah perbaikan yang tidak begitu urgent didahulukan, seharusnya buat kepentingan rakyat yang lain,” kata politikus DPR Ahmad Yani di gedung DPR, Jakarta (19/1/2012).
Menurut Yani, seluruh lembaga negara harus melakukan hal yang sama, tidak hanya Istana melainkan juga kementerian dan DPR. Akan lebih baik jika anggaran renovasi gedung Istana menggunakan anggaran pemeliharaan rutin sehingga tidak perlu adanya anggaran baru.
“Jangan sampai ketidapercayaan, masyarakat ini semakin memuncak. Ini berbahaya. Revolusi Perancis itu kan diawali seperti ini. Ini bisa mempercepat hal seperti itu terjadi,” katanya.
Berbeda dengan Yani, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno menilai besarnya biaya renovasi gedung adalah bukti bahwa bangsa Indonesia pandai membangun namun tidak cerdas untuk memelihara bangunan.
"Salah satu kelemahan bangsa ini jago bangun, pemeliharan kita abaikan, dikit-dikit renovasi," ujarnya.
Sebelumnya, Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) menemukan alokasi anggaran sederet proyek di Kementerian Sekretariat Negara dan Istana mencapai Rp80,48 miliar. Data tersebut diolah Berdasarkan data dari RABPP 2012 Lampiran 4 BA007.
Berikut rinciannya;
1. Alokasi anggaran progam peningkatan sarana dan prasaran Aparatur Kementerian Sekretariat Negara:
• Pembangunan/Pengembangan Gedung Kantor Kementerian Sekretariat Negara Rp 41.397.859.000
• Pembangunan/Pengembangan Rumah Negara Rp14.781.680.000
• Perbaikan Rel Pintu Gerbang Gedung Kantor Setneg RI Rp349.050.000
• Pembangunan Pagar Pengaman Aset Tanah Setneg Rp2.050.990.000
2. Istana Kepresidenan Jakarta, Rehabilitasi/Renovasi Bangunan Gedung Negara Rp10.680.518.000.
3. Istana Kepresidenan Bogor, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp3.342.917.000.
4. Istana Kepresidenan Yogyakarta, Rehabilitasi/Renovasi Gedung/Bangunan Rp2.359.928.000.
5. Istana Kepresidenan Tampak Siring Bali, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp1.558.979.000.
6. Istana Kepresidenan Cipanas, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp3.960.242.000.
(Insaf Albert Tarigan)