JAKARTA - Akbar Tandjung, politisi senior dari Partai Golkar, berkumpul dengan para aktivis yang tergabung dalam Kelompok Cipayung di kediamannya Jalan Purnawarman 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akbar mengatakan, pertemuan ini adalah untuk memperingati 40 tahun berdirinya Kelompok Cipayung.
"Kita malam ini berkumpul untuk memperingati 40 tahun berdirinya Kelompok Cipayung yang berdiri pada 22 Januari 1972 lalu," ujar Akbar di kediamannya, Jakarta, Sabtu (21/1/2012) malam.
Akbar menegaskan bahwa pertemuan ini tidak ada maksud politik, melainkan untuk bersilaturahmi antar sesama aktivis baik pada masanya dulu maupun dengan para aktivis sekarang.
"Kita disini, ingin para junior melanjutkan cita-cita pendiri Kelompok Cipayung, dengan tema Indonesia yang dicita-citakan. Perwujudan apa yang menjadi tujuan nasional sesuai UUD 45, maju, adil, sejahtera, hormati nilai-nilai kemanusiaan, HAM dan mampu memberikan keamanan bagi masyarakat," jelasnya.
Namun, dirinya juga tidak menampik jika nanti akan ada pertemuan lanjutan antar aktivis juniornya untuk menyikapi persoalan bangsa saat ini.
"Pertemuan ini sama sekali tidak ada agenda politiknya. Walaupun para seniornya banyak yang berkecimpung dalam dunia politik, termasuk saya. Namun kritisasinya, kedepan para aktivis-aktivis ini nantinya akan ada agenda pertemuan, dan disitu akan jelas sikap mahasiswa Kelompok Cipayung terkait kondisi bangsa saat ini," terangnya.
Akbar menjelaskan bahwa Kelompok Cipayung adalah kelompok yang berdiri pada 22 Januari 1972 yang tergabung dari berbagai organisasi kemahasiswaan seperti HMI, GMNI, PMKRI, PMII dan GMKI. Kelompok ini menginginkan Indonesia sesuai dengan amanat dalam pembukaan UUD 1945 yaitu maju, adil dan sejahtera.
"Organisasi ini didirikan pada 22 Januari 1972, persisnya 40 tahun lalu dengan tema tentang Indonesia yang kita cita-citakan yang merupakan perwujudan apa yang menjadi tujuan nasional kita sebagaimana pembukaan UUD 1945. Indonesia yang bersatu, beradaulat, maju adil dan sejahtera, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, HAM dan penghornatan kepada hukum dan Indonesia ingin menajadi bangsa yang mensejahterakan masyarakat," jelasnya. (sus)
(Ahmad Dani)