Sosialisasi Soal Bahaya Flu Burung Masih Minim

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Kamis 26 Januari 2012 08:51 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Kurangnya sosialisasi kesehatan dan iklan layanan masyarakat, dinilai sebagai salah satu pemicu banyaknya warga yang terinfeksi virus flu burung.

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Politik Kebijakan Kesehatan Bambang Sulistomo mengatakan, semua virus yang ada di lingkungan masyarakat memang selalu berkeliaran terutama pada pemukiman padat penduduk.

Ditambah lagi dengan kurangnya peran serta dari Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyosialisasikan bahaya virus mematikan ini.

"Terkait flu burung, masyarakat kurang mendapatkan informasi mengenai pentingnya hidup sehat. Contohnya, seperti bagaimana seharusnya warga pada pemukiman padat penduduk dalam mengelola kandang unggasnya atau pentingnya menjaga kebersihan kandang unggas," jelas Bambang saat dihubungi okezone, Kamis (26/1/2012).

Bambang menyatakan, kurangnya sosialisasi kesehatan di daerah lantaran setiap daerah mempunyai visi yang berbeda-beda mengenai pola hidup sehat dan harus diyakini perhatian Pemda terkait flu burung ini sangat minim.

Sementara itu, fasilitas rumah sakit di daerah juga bisa menjadi pemicu banyaknya korban tewas akibat virus mematikan seperti flu burung (H5N1) dan flu babi (H1N1). "Banyak rumah sakit di daerah yang tidak punya ruang isolasi khusus, sehingga para pasien tidak bisa ditangani secara cepat."

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya