SOLO - Angin kencang yang melanda Kota Solo, sejak dua hari ini, belum mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Adi Sumarmo. Penutupan hanya diberlakukan pihak PT Angkasa Pura untuk pesawat latih kecil.
"Khusus untuk pesawat latih kecil, untuk sementara tidak boleh terbang hingga kondisi angin benar-benar normal. Sedangkan untuk pesawat berbadan besar, tidak ada masalah dan masih diperbolehkan beroperasi,"jelas Sugeng Budiono, Airport Duty Manager Bandara Adi Sumarmo, kepada okezone di Solo Kamis (26/1/2012).
Meskipun beberapa maskapai sempat tertunda selama 20-30 menit, menurut Sugeng, bukan disebabkan kondisi cuaca yang sangat memburuk yang membuat maskapai tersebut tidak berani terbang. Namun lebih banyak disebabkan faktor internal maskapai itu sendiri.
"Seperti administrasi yang belum beres yang membuat tertundanya penerbangan. Bukan karena faktor cuaca," kata dia.
Menurut Sugeng, pengelola bandara terus memantau pergerakan angin melalui menara pengawas.
Bila dari menara pengawas telah mengirimkan pesan cuaca tidak memungkinkan dilakukan pendaratan pesawat di Bandara Adi Sumarmo, karena jarak pandang yang terbatas serta cuaca ekstrem lainnya, baru bandara ditutup.
Dia menambahkan, bila kondisi cuaca di atas Kota Solo dianggap mengancam penerbangan, maka pihaknya akan mengalihkan penerbangan ke bandara terdekat.
Sementara itu, Asisten Manager Bandara Internasional Adi Sumarmo Rini, melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada okezone, mengatakan bahwa berdasarkan Weather Control Bandara Adi Sumarmo, kondisi operasional bandara masih dalam keadaan terpantau aman.
"Baru saja maskapai Lion Air dan disusul Garuda Indonesia mendarat sesuai jadwal di Bandara," jelas Rini dalam pesan singkatnya.
Sedangkan isu adanya pengalihan pendaratan pesawat dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Adi Sumarmo, dibantah oleh pihak Bandara.
Menurut Rini, hingga saat ini, dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, belum melakukan kontak dengan Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo menyangkut pengalihan pendaratan pesawat.
"Kami belum menerima kontak dari Bandara Juanda untuk mengalihkan penerbangannya,"paparnya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)