5 Kelurahan di Semarang Terendam Banjir

Nugroho Setyabudi, Jurnalis
Sabtu 28 Januari 2012 02:47 WIB
Ilustrasi/Banjir di Jakarta (Okezone)
Share :

SEMARANG - Hujan besar yang mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah selama tiga hari berturut-turut, menyebabkan lima kelurahan di tiga kecamatan dilanda banjir.

Berbagai masalah mulai timbul akibat genangan air yang tak kunjung surut ini. Seperti yang dialami Nanik warga RT1 RW 3 Kampung Sawahbesar, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari harus menderita penyakit gatal. "Saya sudah 3 hari berada di rumah dengan kondisi lantai yang dipenuhi air. Parahnya air hujan bercampur dengan air rob jadi semakin gatal saja,"keluh Nanik, Jumat (27/1/2012).

Selain Sawahbesar, kawasan seperti Pedurungan dan Genuk juga masih mengalami banjir. Air diperkirakan akan surut dalam 3-4 hari lagi, setelah tergenang mulai 3 hari lalu.

Walikota Semarang Sumarmo sejak Senin (23/1) lalu, rutin berkeliling mengunjungi berbagai lokasi bencana di kota ini. Pihak pemerintah Kota Semarang sudah memberikan bantuan berupa  2,5 ton beras ke 3 kecamatan yang terkena bencana, seperti di Kecamatan Gayamsari bantuan beras sebanyak 500 kg, Pedurungan sebanyak 500 kg ditambah 65 peket sembako, serta di Kecamatan Genuk 1000 kg beras.

Di wilayah Gayamsari ada 4 kelurahan yang diberi bantuan yakni Kelurahan Sawah Besar, Kaligawe, Tambakrejo, dan Siwalan, sementara di Kecamatan Pedurungan, Kelurahan Muktiharjo Lor.

Disela kunjungannya Walikota Semarang Sumarmo menginstruksikan kepada kepala kelurahan dan kepala kecamatan untuk siaga bencana. "Saya minta kepada lurah dan camat untuk siaga, alat komunikasi yang disediakan seperti HT harus menyala 24 jam. Segera laporkan ke saya secara berjenjang jika ada bencana. Kepala wilayah jangan ada yang meninggalkan wilayah kerjanya, harus segera ke lokasi bencana jika mendapat laporan," tegas Walikota.

Pengamatan dilapangan memang membuktikan bahwa air masih tergenang antara 30 sampai 50 centimeter. Drainase yang buruk adalah salah satu penyebab sulitnya air yang menggenang untuk tersalur ke luar kawasan yang kebanjiran.

Kampung Karanganyar adalah lokasi banjir yang dapat dikatakan paling parah sesudah hujan mulai berhenti. Menurut ketua RW setempat Suwardi, dari 4 RW yang terendam banjir di kampung ini , kawasan RW 13 termasuk yang paling parah."Wah, kalau kondisi seperti ini ketinggian air bisa mencapai  40-50 cm. Di RW 13 sendiri terdapat 175 rumah yang dihuni 385 kepala keluarga.

RW lain yang terendam yakni RW 09, 11, dan 12. Air mulai masuk ke perkampungan sejak hujan deras disertai angin kencang Selasa malam lalu. Warga pun panik ketika air mulai masuk ke dalam rumah," ungkap Suwardi.

Menurutnya, banjir yang menggenangi kawasan tersebut akibat luapan air Kali Tenggang. Terlebih drainase kawasan terganggu.

(Ferdinan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya