PAN Larang Tarik "Uang Mahar" dari Calon Kepala Daerah

Dede Suryana, Jurnalis
Senin 30 Januari 2012 14:44 WIB
Hatta Rajasa (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Sejumlah partai disebut-sebut kerap menarik sejumlah uang dari calon Kepala Daerah yang berniat maju dalam Pemilukada. Namun tidak demikian dengan Partai Amanat Nasional.

Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menegaskan, partainya tidak pernah mengenal istilah upeti ataupun uang mahar bagi figur daerah, baik kader maupun tokoh luar yang berencana maju dalam pemilukada, menggunakan kendaraan politik PAN.

“Saya melarang itu. Ini menjadi kebijakan PAN sudah lama. Di PAN bakal calon kepala daerah yang diusung tidak perlu setor duit,” kata Hatta dalam keterangan pers DPP PAN yang diterima okezone, Senin (30/1/2012).

Dasar partainya memutuskan untuk mengusung figur menjadi calon kepala daerah, tegas Menteri Koordinator Perekonomian ini, karena yakin sang calon memiliki elektabilitas tinggi dan mampu bekerja baik melayani rakyat.

“Karena PAN tidak pakai duit, maka banyak kepala daerah yang bukan kader PAN setelah kita usung dan menang, tertarik masuk PAN. Sedikitnya ada tiga kepala daerah yang bergabung ke PAN,” tandas Hatta.

Tak hanya itu, lanjut dia, DPP PAN bahkan siap memberikan uang kepada calon kepala daerah berkualitas, berkemampuan baik, dan elektabilitasnya tinggi, namuan tidak memiliki uang cukup untuk modal kampanye. “Jika butuh biaya, kami sediakan," tuturnya.

Capres PAN pada Pemilu 2014 ini menambahkan, menghadapi pemilu nanti PAN sudah memiliki berbagai organisasi sayap yang siap mendukung untuk memenangkan pemilu. Di antaranya, ada 600 orang dokter di Jakarta yang siap memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya