JAKARTA - Mabes Polri menolak jika dikatakan kewibawaan institusinya menurun. Hal itu ditegaskan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution.
"Tergantung masing-masing dilihat dari mana, kita lihat sesuai dengan UU yang ada. Karena begini, ada masyarakat memaksakan kehendak, supaya kita segera sigap. Kita persuasif, jangan kita dibenturkan dengan rakyat," ujar Saud di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2012).
Saud meminta agar semua pihak tidak melihat permasalahan yang dihadapi Polri setengah-setengah. Menurutnya, Polri tengah bekerja maksimal dalam upaya penegakan hukum dan penciptaan situasi aman di masyarakat. Termasuk jika ada pelanggaran yang dilakukan anggotanya.
"Apakah Polri tidak ada yang diproses hukum. Kita perlu pembuktian, jangan dibilang seperti itu. Sedang bekerja sedang berproses. Ada? Dipidana," tegasnya.
Lontaran Saud diatas dalam rangka merespons data Indonesia Police Watch (IPW) yang menyebutkan sepanjang Januari 2012 saja, hanya 31 hari ada 11 polisi luka-luka akibat dipukuli, dianiaya, dan ditembak anggota masyarakat. Bahkan, tiga di antaranya tewas.
“Artinya, sepanjang Januari setiap tiga hari ada satu anggota Polri dianiaya masyarakat. Ini jelas fenomena yang memprihatinkan dan patut menjadi perhatian serius oleh Mabes Polri,” kata Ketua Presedium IPW, Neta S Pane.
Menurutnya, di tahun 2011 tidak ada polisi yang dikeroyok warga, yang ada hanya delapan polisi yang ditembak. Antara lain mereka ditembak atau dilukai pelaku kejahatan dan dugaan bunuh diri dengan senjata api.
“Fenomena polisi dikeroyok masrakat ini patut dicermati semua pihak. Sebab di Januari 2012 saja sudah ada 11 polisi yang babak belur dikeroyok dan ditembak warga,” tandasnya.
IPW menilai, aksi pengeroyokan itu terjadi sebagai kompensasi warga yang jengkel melihat sikap dan prilaku polisi, sehingga mereka bersikap nekat. Melihat fenomena ini, IPW mengimbau Polri harus segera membenahi sikap, prilaku dan kinerja. “Dengan begitu kewibawaan Polri tetap terjaga. Jika benturan polisi dengan warga terus terjadi, maka wibawa Polri akan makin ambruk,” pungkas Neta.
(Muhammad Saifullah )