Ini Alasan Busyro Tak Hadiri Jumpa Pers KPK

Misbahol Munir, Jurnalis
Sabtu 04 Februari 2012 08:00 WIB
Ketua KPK terpilih Abraham Samad (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games, Angelina Sondakh. Angie (sapaan akrab Angelina Sondakh) itu merupakan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat sekaligus anggota Komisi X DPR yang merangkap sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar).  
Penetapan sebagai tersangka baru itu diumumkan dalam bentuk jumpa pers oleh Ketua Komisioner baru, Abraham Samad di Auditorium gedung KPK pada Jumat (3/2) sore. Akan tetapi pada saat pengumuman itu Abraham hanya ditemani Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha. Sedangkan wakil pimpinan KPK lainnya tak tampak.
 
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengaku para pimpinan KPK memiliki kegiatan masing-masing. Namun, sebelum pengumuman penetapan terhadap istri mendiang Adjie Massaid itu semua pimpinan KPK hadir pada Kamis (2/2) malam hari saat gelar perkara tersebut. Busyro tidak hadir pada penetapan itu. Dia beralasan tidak bisa hadir lantaran ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
 
Mantan ketua KPK itu menjelaskan soal pengumuman yang hanya disampaikan oleh Abraham Samad itu, dia menganggap hal tersebut merupakan pembagian tugas. “Itu terkait pembagian tugas,” ujar mantan Ketua Komisi Yudisial saat ditemui usai
menonton bersama pemutaran film ‘Kita Vs Korupsi’ bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin 9, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
 
Sebelumnya, jumpa pers yang disampaikan Ketua Komisioner baru KPK, Abraham Samad berjalan lancar. Bahkan saat sesi tanya jawab jumpa pers itu berjalan lebih santai. Para wartawan pun menanyakan seluk beluk kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games.
 
Namun, penetapan tersangka baru yang disampaikan secara solo oleh Abraham tak luput dari perhatian wartawan. Wartawan pun menanyakan keberadaan pimpinan lain yang tak ikut mendampinginya. Sebab dalam dua kali jumpa pers soal tersangka, Abraham selalu tampil sendiri. Kondisi ini semakin mempertegas kabar adanya perpecahan di pimpinan KPK, terutama saat hendak menentukan status tersangka.
 
"Ke mana pimpinan lainnya Pak?" tanya wartawan.
 
Namun seperti biasa, Abraham tidak terpancing. Dengan senyuman khasnya dia menjelaskan, tidak ada perpecahan di tubuh pimpinan KPK. "Yang ada hanya perbedaan pendapat saja," terangnya.
 
Dia juga memastikan pimpinan lain sedang ada tugas di luar kantor, bahkan ada yang sedang bertugas di luar kota. "Ada satu yang sedang ke Moskow Rusia, untuk bertugas," ungkapnya.
 
Memang bukan tanpa alasan kenapa Abraham melakukan aksi solonya itu. Sedari awal, dia terlihat bersemangat untuk mengumumkan seseorang menjadi tersangka.
 
Bahkan, dia tak segan mendatangi langsung ruang wartawan sekadar hanya untuk memberi tahu bakal ada jumpa pers soal perkembangan kasus Wisma Atlet. Hal yang tak lazim dilakukan oleh seorang ketua KPK sebab ada juru bicara tersendiri di kontor pojok Kuningan itu.
 
Meski demikian, dia menegaskan bahwa aksi 'solo' nya tidak berhubungan perpecahan. Setiap keputusan yang diambil merupakan keputusan bersama. "Kita tetap menjalankan fungsi kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan," pungkasnya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya