JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzukie Ali mengimbau rekan-rekannya agar tidak mengomentari kisruh dalam tubuh Demokrat dengan mengatasnamakan Dewan Pembina.
Marzuki mengaku sudah menyampaikan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menegur kader yang berkomentar atas nama Dewan Pembina, termasuk Achmad Mubarok.
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah menilai, apa yang dilakukan oleh Marzuki Ali hanya akan menambah kegaduhan di internal Partai Demokrat saja.
“Ini kan sebenarnya tugas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, bukan Marzuki Ali,” kata Iberamsjah kepada okezone, Sabtu (4/2/2012).
Karena itu, kata Iberamsjah, sebaiknya Marzuki diam saja, tidak perlu komentar apapun. “Karena apa, setiap Marzuki komentar pasti selalu salah dan menimbulkan polemik,”
Menurutnya, sudah menjadi tugas SBY untuk menegur para kadernya yang tidak santun dalam berpolitik. Karena bila SBY tegas, aktif melakukan intervensi terhadap kadernya yang salah, Demokrat tidak akan mengalami keterpurukan seperti sekarang ini.
“Kemulut ini muncul akibat persoalan yang tidak ditangani secara baik oleh SBY dan sangat berlarut-larut. Lihat sendiri Demokrat akan semakin hancur,” jelasnya.
Satu persatu kader Demokrat rontok, Angelina Sondakh yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, sebentar lagi bisa saja Anas Urbaningrum yang merupakan Ketua Umum Demokrat. Apalagi bila melihat bukti-bukti dan ucapan Nazaruddin, sepertinya mengarah ke Anas, ucap Iberamsjah.
(Amril Amarullah)