Pemerintah Diminta Bangun Alat Test Narkoba di Bandara

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis
Senin 06 Februari 2012 11:10 WIB
Ilustrasi (Foto: okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk membuat mini labotarium atau alat test narkoba disetiap bandara udara di Indonesia. Permintaan ini menyusul kembali tertangkapnya pilot yang menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

"DPP Granat mendesak pemerintah agar segera membuat aturan dan menyediakan tempat  (mini laboratorium atau alat test narkoba di setiap Bandara) untuk mengetahui apakah Pilot atau Co.Pilot  yang akan menerbangkan pesawat udara telah menggunakan narkoba atau tidak," kata Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat)  Hendri Yosodiningratsaat berbincang dengan okezone, Senin (6/2/2012).

Menurutnya, telah ditangkapnya beberapa pilot penerbang pesawat comersial dapat berpotensi menimbulkan kecelakan penerbangan yang bisa menewaskan nyawa ratusan manusia (penumpang dan crew pesawat) disamping kerugian materil bagi pemilik maskapai penerbangan yang bersangkutan.

"Demi menyelamatkan bangsa dari kehancuran akibat penyalah gunaan Narkoba, maka kami meminta agar seluruh pilot dan Co Pilot yang akan menerbangkan pesawat udara (termasuk Pilot pesawat yang Transit), agar terlebih dahulu melakukan pemeriksaan atau test narkoba sebelum memasuki pesawat," terangnya.

Untuk merealisasikan hal ini, Hendri mengaku akan menyampaikan hal ini kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dalam bentuk surat.

"Saya sudah bikin konsep surat, hari ini akan saya kirim ke BNN," tukasnya.

Sebelumnya, kasus pilot yang bersentuhan dengan narkoba tengah menjadi sorotan di masyarakat. Diketahui pilot berinisial S tersebut bekerja di maskapai penerbangan Lion Air. Sang pilot tertangkap saat pesta sabu-sabu di Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso, Surabaya.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membenarkan penangkapan pilot S usai menghisap sabu-sabu di Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso, Surabaya.
 
"Betul memang ada penangkapan pilot usai menghisap sabu di hotel itu. Saat ini pilot S dibawa oleh BNN ke Jakarta," kata Kepala BNNP Jawa Timur Kombes Jan De Fretes kepada okezone beberapa hari lalu.

Sementara itu barang bukti berupa serbuk sabu seberat 0,4 gram (sebelumnya ditulis 0,04 gram) disembunyikan di dalam map surat yang kemudian disimpan di dalam laci hotel.

(Carolina Christina)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya