Kenapa Kasus Afriani Berlarut-larut?

Dede Suryana, Jurnalis
Selasa 07 Februari 2012 09:23 WIB
Xenia yang dikemudikan Afriani (Foto: Tri Kurniawan/Okezone)
Share :

JAKARTA - Kecelekaan maut di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, sudah dua pekan berlalu. Namun hingga kini berkas kasusnya belum juga dilimpahkan ke penututan. Kenapa polisi terkesan mengulur-ulur waktu?

Menurut pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar, kasus ini memang tergolong berat dan polisi dituntut berhati-hati agar tidak mendapat cemooh publik jika penanganannya tidak memuaskan keluarga para korban.

“Polisi harus menemukan pasal-pasal yang tepat terkait pelanggaran yang akibatnya fatal. Bagaimana mencari landasan soal dampak narkoba yang dipakai Afriani seperti dalam kasus pilot yang mengonsumsi sabu,” katanya saat berbincang dengan okezone, Selasa (7/2/2012).

Sebab, kata Bambang, sabu berakibat penggunanya mengalami disorientasi jarak dan waktu. Dimana tidak tertutup kemungkinan Afriani juga mengalami hal yang sama saat mengemudikan kendaraan maut yang menelan korban sembilan nyawa itu.

Lantas apa yang harus dilakukan polisi? Bambang berpendapat, untuk memudahkan kasus ini polisi sebaiknya memecah kasus Afriani ini menjadi beberapa bagian. Tidak menjeratnya berlapis, namun tetap memilih dengan pasal yang hukumannya lebih tinggi.

“Kasus ini sebaiknya displit. Kasus kecelakaan dibuat satu berkas, kasus narkobanya dipisah, dan pasal-pasal lainnya dipisahkan dalam berkas berbeda,” ujarnya.

Hal ini diyakini akan memudahkan proses hukum selanjutnya. Sebab, Bambang mengakui polisi cukup kesulitan sehingga untuk melakukan rekonstruksi pun harus ditunda dengan alasan masih meminta pendapat para ahli.

“Mudah-mudahan polisi segera menuntaskan kasus ini. Kita berharap jangan sampai ada penyimpangan. Sebab ini akan membuka celah masyarakat untuk melihat secara subjektif proses hukum yang dilakukan,” tutupnya.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya