BOGOR - Tidak terima anaknya diduga dianiaya oknum anggota TNI AU dari Lanud Atang Sandjaya Bogor, pihak keluarga meminta kuburan Ganda Gunawan (19) dibongkar untuk dilakukan autopsi. Hal ini guna memastikan sebab kematian korban melalui pemeriksaan uji forensik.
Penggalian kuburan di TPU Kayu Manis ini kemudian dilakukan petugas, dan langsung dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Menurut ibu korban Korilina, kematian anaknya tidak wajar, karena sebelum meninggal korban mendapat penganiayaan secara berulang-ulang.
"Kami dapat laporan dari orang yang melihat anak saya di pukuli pelaku," ujarnya di lokasi penggalian kuburan pada Selasa (7/2/12).
Menurutnya, korban menderita luka memar pada bagian kepala dan dadanya. "Sebelum meninggal kami juga membawa anak saya ke rumah sakit dan pihak dokter anak saya meninggal tidak wajar," sambung Korilina.
Pantauan dilokasi, petugas Polres Bogor Kota dan Tim Forensik Polda Jawa Barat masih melakukan autopsi. Ratusan warga terlihat ramai menyaksikan proses autopsi tersebut di lokasi.
Kasus yang menimpa warga Kayumanis RT 3, RW 3, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor terjadi Jumat lalu. Saat itu korban sedang mengendari motor dan menyenggol seorang nenek.
Kemudian tidak terima neneknya disenggol, oknum anggota TNI AU yang
merupakan anak Nenek yang tertabrak naik pitam dam melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tewas. Kasus ini ditangani Polres Bogor Kota.
(Rizka Diputra)