JAKARTA - Jajaran Polsek Pasar Minggu terus mencari keberadaan penembak sekuriti heroik yang terjadi pada 19 Januari 2012 lalu. Adalah Amsyar, sekuriti PT Merapi yang tewas ditembak saat mengejar pelaku pencurian motor.
Berdasarkan hasil pengembangan tim penyidik kepolisian, pelaku diduga merupakan kelompok lama yang pernah terlibat dalam aksi pencurian disertai kekerasan (curas). "Dugaan sementara itu pemain lama, salah satu pelakunya residivis," kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Adri Desas Furianto, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Berdasarkan keterangan beberapa saksi, polisi menduga pelakunya adalah pemain lama. Semua saksi yang diperiksa ditanyakan soal ciri-ciri pelaku. Para saksi juga ditunjukkan beberapa foto residivis pelaku tindak pencurian dengan kekerasan. "Dari delapan saksi, ada dua yang mengenali salah satu wajah residivis," tambahnya.
Dia menambahkan, dari keterangan itu, kemudian polisi juga sudah membuatkan sketsa pelaku. "Kami juga sudah ada sketsa pelaku, tapi belum bisa kami publikasikan untuk kepentingan pengejaran," jelasnya.
Dengan begitu, Polsek Pasar Minggu meningkatkan kegiatan razia di wilayah Pasar Minggu. Di antaranya adalah Jalan Raya Pasar Minggu, Jalan Saco Ragunan, Jalan Ampera Raya dan Jalan TB Simatupang. "Operasinya dilakukan siang malam. Malam saja ada tiga shift, mulai dari jam 21.00 Wib hingga 06.00 WIB," sebutnya.
Sebelumnya, Amsyar, satpam PT. Merapi memergoki kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang mengambil motor karyawan di kantornya. Ia pun mengejar pelaku dengan sepeda motor. Namun di tengah pengejaran, Amsyar ditembak oleh salah satu pelaku di Jalan Ampera Raya Jakarta Selatan.
Amsyar akhirnya meninggal di RS Fatmawati, Jakarta Selatan pada 24 Januari 2012. Sebelumnya Amsyar sempat menjalani operasi dan dirawat di rumah sakit tersebut selama sepekan. Operasi dilakukan untuk mengangkat dua timah panas yang bersarang di perutnya.
Kematian Amsyar membuat saksi kunci kejadian ini hilang. Namun dua proyektil yang didapat dari tubuh Amsyar, serta dua buah selongsong yang didapat dari lokasi penembakan, bisa dijadikan bukti. Berdasarkan hasil uji balistik menunjukan pelaku menggunakan peluru 99 milimeter yang merupakan peluru dari senjata api rakitan.
(Muhammad Saifullah )