JAKARTA- Penundaan sementara prakualifikasi lelang pembangunan dan pengoperasian Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta hingga dewan pembentuk pansus diduga sarat kepentingan.
"Permintaan penundaan ini mengindifikasi adanya kepentingan baik dari Dinas Kebersihan atau dari Dewan. Sejak Pansus dibentuk hingga kini masih belum ada kepastian jadwal baru lelang itu, sepertinya ada tarik menarik di sana,” ungkap Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto di Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Lebih lanjut, Sugiyanto mengatakan seharusnya penundaan itu tidak perlu terjadi bila Dinas Kebersihan dan Dewan mempunyai keberpihakan yang sama kepada masyarakat DKI Jakarta. Apalagi Kepala Dinas Kebersihan Eko Bharuna pernah mengatakan tidak ada pelangaran dalam program ITF Sunter karena sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan telah disetujui dewan.
“Bila sudah disetujui oleh dewan mengapa dipermasalahkan dewan . Program ITF Sunter inikan sudah lama direncanakan mengapa baru sekarang diributkan pembentukan Pansusnya,” tanyanya .
Sugiyanto menambahkan, alasan dewan yang mencurigai prakualifikasi lelang pembangunan dan pengoperasian ITF Sunter sarat rekayasa patut untuk diperhatikan. “ Pansus harus mampu mendalami dugaan sarat rakayasa ini. Tidak hanya itu Pansus juga harus mencermati kemungkinan adanya kepentingan dewan yang mengunakan penundaan prakualifikasi lelang sebagai alat tawar-menawar politik “. Sarannya.
Pria yang akrap disapa SGY ini meminta agar Pansus ITF Sunter harus bekerja lebih hati-hati dan transparan. Hasilnya harus diumumkan secara terbuka kepada masyarakat. “Saat ini citra politisi partai politik sedang jatuh. Dengan mengumumkan secara tranparan hasil dari pansus ini, dewan bisa mendapat simpatik dari masyarakat. Jangan sampai terjadi KKN. Dan yang lebih penting lagi peserta lelang harus perusahaan yang memiliki pengalaman didalam pengelolahan Sampah,” katanya.
Sebagaimana diketahui pada awal Bulan Desember 2011, Dinas Kebersihan berencana akan mengadakan prakualifikasi lelang pembangunan dan pengoprasian intermediate treatment facility (ITF) Sunter. Program pengelolahan sampah dalam kota di lokasi SPA Sunter ini mengunakan teknologi waste to energy ( Incinerator ). ITF Sunter didesain mampu mengolah sampah minimal 1000 ton/hari. Pembangunan dan penembangunan intermediate tretmen facility (ITF) Sunter mengunakan 100% Investasi dari Badan Usaha Terpilih dengan bentuk kerjasama Bangun Guna Serah (BGS) dan konsensi selama 25 tahun.
(Stefanus Yugo Hindarto)