Penembakan Brimob di Papua Bukti Separatis Masih Ada

Susi Fatimah, Jurnalis
Rabu 08 Februari 2012 13:02 WIB
Ilustrasi penembakan (Foto: Agung/okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto angkat bicara terkait tewasnya anggota Brimob akibat ditembak kelompok orang tak dikenal di tanggul timur areal PT Freeport Indonesia, Timika pada 7 Februari.

Djoko tak memungkiri gangguan dan ancaman di bumi Cendrawasih tersebut masih ada.

"Itu lah realitas di sana kan ada gangguan-gangguan penembakan terhadap warga, terhadap aparat, masih ada. Oleh karena itu kalau kemudian pemerintah, dalam hal ini Kepolisian mencari dan mengejar pelaku, jangan diartikan yang lain," ujar Djoko di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (8/2/2012).

Djoko mengatakan Kepolisian masih terus memburu pelaku. Tidak dapat dipungkiri hutan belantara di Papua menjadi kendala dalam pencarian.

"Pelaku tindakan itu harus dicari dan ditemukan. Memang medan di sana, saya pernah bertugas di sana dua tahun, memang susah. Hutannya lebat, tapi kita tidak pernah berhenti mencari," tuturnya.

Djoko mengaku belum mengetahui kelompok mana yang melakukan aksi keji tersebut. Kata Djoko meski pelaku sudah ditangkap pun tidak lantas bisa ditangkap melainkan perlu adanya bukti.

"Untuk menangkap dan mengadili seseorang harus cukup bukti. Karena itu, bukti dan kelengkapan untuk menangkap mereka itu harus lengkap," tuturnya.

Djoko meminta agar penangkapan kepada para pelaku tidak diasumsikan sebagai pelanggaran HAM.

"Jadi jangan lalu kalau TNI dan Polri menangkap mereka, kalau ada perlawanan dan kemudian menjadi korban, lalu dianggap melanggar HAM. Sekarang ini tidak ada seorang pun aktivis HAM yang concern bahwa masyarakat kita juga dibunuh," papar Djoko.

Sebelumnya, baku tembak terjadi antara Satgas Gabungan Detasemen B Brimob Polda Papua dengan kelompok bersenjata terjadi pada Selasa kemarin sekira pukul 08.15 WIT.

Briptu Ronald tewas dan satu orang dari kelompok bersenjata menderita luka tembak.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya