JAKARTA - Berbagai kasus yang mendera Partai Demokrat membuat penilaian publik menurun. Kendati demikian, para elite Demokrat mengaku tetap tegar dan ikhlas.
"Sekarang lagi turun karena banyak kasus apalagi diblow up oleh media. Itu memang risiko partai pemenang. Dimana pun nanti, siapa pun kalau partai pemenang pasti akan disorot oleh wartawan. Ini negara demokrasi kami harus ikhlas, kami harus tegar menghadapi itu. Itu biasa," ujar Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Jero Wacik di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (8/2/2012).
Terlebih, sambung Jero, tokoh utama Partai Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono tengah menjabat sebagai orang nomor satu di negeri ini. Oleh karenanya menjadi hal yang wajar ketika terus menjadi sorotan publik dan media massa.
Namun ke depan, Jero berharap masyarakat akan mengenang sosok Presiden SBY sebagai presiden yang berhasil dan dipuji oleh rakyatnya seperti halnya presiden-presiden sebelumnya.
"Nanti setelah 2014 SBY sudah tidak menjadi presiden lagi, orang lain barangkali juga akan memperhatikan, seperti sekarang misalnya presiden yang lama kan dipuji-puji karena sudah tidak menjabat. Pak Harto dipuji-puji, semua Bung Karno, Gus Dur, Ibu Mega, Pak Habibie dipuji-puji. Nah Pak SBY sekarang bagian yang menjabat, masih disorot-sorot. Nanti kalau sudah berhenti barangkali, barangkali juga, wah ternyata waktu Pak SBY enak ya," papar Jero.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini yakin pada saatnya Demokrat pasti akan kembali mencapai kesuksesan.
"Sekarang sedang turun tapi nanti pada saatnya di sini lah pertarungan politik ada saatnya akan naik. Saya punya keyakinan kalau para menterinya Demokrat kerjanya kayak begini serius, presidennya serius, masa tidak dilihat oleh rakyat," katanya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)