JAKARTA - Badan Kehormatan (BK) DPR mulai membidik pimpinan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) terkait proyek renovasi ruang Badan Anggaran Rp20,3 miliar.
Ketua BK DPR M Prakosa menjelaskan, berdasarkan pengumpulan data dan keterangan pihak terkait seperti BURT, pimpinan Banggar, Kesekjenan dan konsultan proyek, didapat indikasi pembiaran perencanaan dan penganggaran proyek yang dianggap tidak patut.
"Kita sedang dalami BURT kenapa bisa melakukan pembiaran? Pembiaran itu baru indikasi, apa ini kesengajaan atau bagaimana, ini yang didalami," kata Prakosa saat dihubungi wartawan, Kamis (9/2/2012).
Prakosa menjelaskan pimpinan BURT sebagai penyetuju rencana proyek tidak dapat melempar tanggung jawab atas besarnya nilai proyek renovasi ruang Banggar.
"Kewenangan BURT tidak dilakukan dengan baik, itu tindakan penyimpangan. Jelas BURT melakukan pembiaran. Yang punya tanggung jawab tidak boleh lepas tangan bilang tidak tahu apa-apa," tegas dia.
Seperti diketahui, peralatan dan perlengkapan ruang Banggar rata-rata merupakan barang impor di antaranya karpet buatan Amerika Serikat Rp900 juta, kursi buatan Jerman Rp24 juta per unit, video wall Rp3 miliar dan lampu impor dari Belanda senilai Rp3 miliar. Seluruh aksesoris ini nilainya mencapai Rp14 miliar dari nilai total proyek Rp20 miliar.
BK memutuskan mengganti sejumlah barang di antaranya kursi impor, lampu impor dan perangkat audio nir kabel. Dengan penggantian sejumlah barang ini, DPR bisa menghemat duit hingga Rp5,7 miliar.
(Dede Suryana)