DENPASAR - Aksi kekerasan yang diperagakan anak baru gede (ABG) anggota Geng Cewek Macho Performance (CMP) di Denpasar, Bali, sangat disayangkan. Perilaku para remaja perempuan itu dianggap sudah keluar batas.
Kasus kekerasan para ABG terhadap rekan mereka sendiri, KA (16), mengundang keprihatinan aktivis peduli anak dan perempuan.
“Kalau melihat tayangan video kekerasannya, sulit dipercaya bagaimana mereka melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan seusianya. Ini yang sedang kami telusuri,” kata Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Bali Titik Suhariyati melalui sambungan telepon, Kamis (9/2/2012).
Keberadaan geng itu perlu dilacak lebih jauh, mengingat aktivitasnya membahayakan.
Keluarga pelaku dan korban pun tidak mengetahui anak mereka ikut Geng CMP. Aktivitas para remaja di luar pun juga tidak terpantau, sebab selama di rumah mereka tidak mencurigakan dan terlihat baik-baik saja.
“Kami akan bicara lagi dengan orangtuanya untuk mengetahui bagaimana sebenarnya aktivitas anak mereka. Sepertinya anak-anak ini kurang mendapat perhatian dan pengawasan sehingga mencari dunianya sendiri di luar,” ungkap Titik.
Ucapan dan tingkah polah pelaku dalam tayangan yang beredar luas di meda sosial itu juga menandakan mereka sudah akrab dengan dunia orang dewasa.
Pergaulan anak seusia mereka dinilai sudah mengarah ke hal negatif. Terlebih, sebagian para remaja itu ada putus sekolah dan bekerja di spa atau tempat hiburan lainnya.
“Saya curiga selain sekadar berkumpul, ada aktivitas lainnya yang mengarah hal negatif. Apalagi mereka kerap keluar malam hari, ini yang sedang kami telusuri,” tutupnya.
(Dian AF)