Briptu Dodik Telepon Ibunya untuk Minta Maaf, Lalu Dor...

Anang Agus Faisal, Jurnalis
Kamis 09 Februari 2012 15:17 WIB
Ilustrasi (thebeardedmen.blogspot.com)
Share :

BLITAR - Briptu Dodik Setiawan diyakini menelepon ibunya sesaat sebelum bunuh diri di belakang pos jaga Mapolsek KP3 Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu petang kemarin.
 
Salah seorang kerabat almarhum yang meminta namanya tidak dipublikasikan saat ditemui di kediaman keluarga Briptu Dodik di Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, mengatakan ibu korban, Dwi Asih (55), masih syok setelah mendengar kabar anaknya tewas.

Dwi Asih tidak menyangka, setelah menelepon pada sore kemarin untuk meminta maaf, anaknya langsung bunuh diri. Tidak diketahui pasti apa penyebab pria berusia 33 tahun itu nekat mengakhiri hidup. Pasalnya, almarhum sejauh ini tidak memiliki masalah apa pun dengan keluarga di Blitar.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Budi Retnowati, serta anak yang masih balita, Sireen.

Sementara itu, keluarga berencana memakamkan Briptu Dodik di lkampung halamannya di Blitar, Jatim. Abdul Fatah (60), ayah korban sudah menjemput jenazah korban ke Banyuwangi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Himan Tayib mengungkapkan sebelum bunuh diri Briptu Dodik Setyawan berkomunikasi melalui telepon.

“Sebelum bunuh diri memang ada telepon. Kemudian yang bersangkutan pergi ke belakang pos jaga Mapolsek,” kata Hilman.

Briptu Dodik kemudian keluar pos. Beberapa saat kemudian terdengar suara letusan senjata.

“Briptu Dodik ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka tembak di kepala bagian pelipis,” ungkapnya.

Polisi dengan NRP 79080620 itu diduga bunuh diri menggunakan senjata api jenis S&W dengan nomor registrasi 62-4389. Senjata tersebut merupakan inventaris Polsek KP3 Tanjungwangi.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya