JAKARTA- Komisi Pengawas Partai Demokrat mengaku ganjil dengan testimoni Diana Maringka. Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, menyebut adanya gelontoran duit untuk suksesi salah satu calon ketum partai dalam Kongres II Demokrat di Bandung, Mei 2010 lalu.
"Kita pertanyakan kenapa sudah dua tahun baru dia (Diana) bicara. Kenapa sudah selesai Kongres, dia terima dan dia simpan duitnya, itu ganjil," kata Ketua Komisi Pengawas Demokrat, TB Silalahi saat dihubungi okezone, Jumat (2/10/2012) malam.
Apalagi, Diana, lanjut TB baru mengungkapkan dugaan adanya politik uang saat kondisi internal partai tengah kisruh. "Kita juga perlu mempertanyakan motivasi yang bersangkutan. Sayangnya Diana langsung bicara ke pers. Cara-cara seperti ini merusak nama partai," imbuhnya.
Kendati begitu, TB memastikan testimoni Diana akan ditindaklanjuti bila Komisi Pengawas menerima laporan resmi. "Kami sudah hubungi yang bersangkutan untuk datang ke Komisi Pengawas untuk membawa bukti, jadi jangan hanya bicara tapi membawa alat bukti," katanya.
(Stefanus Yugo Hindarto)