WAINGAPU - Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir membahayakan aktivitas penerbangan dari dan ke Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK) kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Landasan bandara ini kerap tergenang air. Banjir merupakan dampak dari penurunan (distorsi) permukaan landasan. Hal ini bisa berdampak pada keselamatan penumpang saat pesawat mendarat dan lepas landas.
Penumpang diliputi kecemasan saat akan lepas landas setelah bandara diguyur hujan atau pascahujan deras. Bandara sering digunakan pesawat bermesin jet tipe Boeing atau Fokker.
Susetyo Hadi, Kepala Bandara UMK, menjelaskan kondisi seperti ini telah terjadi sejak tahun lalu.
“Jika musim hujan seperti sekarang ini, bandara biasa digenangi air. Kondisi ini diperparah dengan landasan yang mengalami distorsi hingga 12 sentimeter. Jadi beberpa bagian landasan ada cekungan dan bergelombang,” jelasnya.
Diakui Susetyo, kondisi ini acapkali mengakibatkan pesawat dari dan ke Waingapu mengalami penundaan bahkan pembatalan.
“Langkah antisipasi yang bisa dilakukan selama ini baru sebatas menguras atau memompa air dengan dua mesin pompa oleh petugas bandara. Jika ketinggian air masih di bawah tiga sentimeter, masih dalam batas toleransi. Namun jika lebih, kami akan berupaya menguras dan memompa air. Sebelum pesawat take off. Jika ketinggian air sudah bisa diatasi, barulah kami keluarkan clereance. Itu prosedur tetap kami,” urainya.
Tak hanya gangguan genangan air, landasan yang semestinya steril juga kerap dimasuki anjing peliharaan warga sekitar. Kondisi ini dapat membahayakan penerbangan. Pihak bandara sudah berupaya melakukan antisipasi, namun tetap saja kesulitan menertibkan.
(Dian AF)