DENPASAR - Keluarga para anak baru gede (ABG) anggota Geng Cewek Macho Performance (CMP) meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat Bali.
Kasus yang menyeret lima anggota Geng CMP yakni M0 (17), KAD (17), RA (15), KD (16), dan MV (16) cukup memukul psikologis keluarga korban dan tersangka yang hari ini bakal dipertemukan.
Selain syok atas kejadian pada akhir Desember 2011 di Gelogor Carik, Denpasar, keluarga juga masih tak percaya bagaimana anak mereka terlibat geng motor.
“Ini cobaan, kami tidak menyangka anak saya bisa ikut geng-geng begitu. Saya kaget sekali,” ujar ibu tersangka MO di Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali, Senin (13/2/2012).
Menurut dia, anaknya hanya ikut-ikutan dan tidak menyadari dampak dari perbuatan ikut dalam pengeroyokan. Setelah merasakan tinggal di sel, MO baru menyesal.
“Anak saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, nanti saya ingin menyekolahkan lagi,” kata perempuan asal Surabaya yang menikah dengan pria Bali ini.
Sepengetahuannya, MO yang putus sekolah saat kelas 2 SMA, dikenal baik, banyak membantu dirinya yang sehari-hari berjualan gorengan dan kue.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. “Kami juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bali yang mungkin resah atas kejadian ini,” katanya.
Hal sama disampaikan Ketut Artagunawan ayah tersangka KAD(16). Dia menyatakan prihatin atas kejadian ini dan meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat luas.
“Jangan sampailah ke depan terjadi hal seperti ini. Kalau ada geng-geng motor saya minta polisi memberantasnya,” harapnya.
(Dian AF)