DEPOK- Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail kembali mengeluarkan program yang kontroversial. Setelah mengampanyekan makan dengan tangan kanan beberapa waktu lalu, kini Nur Mahmudi mengampanyekan program ‘Satu Hari Tanpa Nasi atau One Day No Rice'.
Namun hal itu dimplementasikan terhadap rakyat kecil dalam hal ini khususnya pedagang kantin di kantor Balaikota Depok.
Anehnya, kampanye tersebut justru dibungkus dengan program penghematan listrik. Sehingga, para pedagang dilarang menjual nasi agar mengurangi pemakaian listrik penggunaan penanak nasi elektrik atau rice cooker.
Kebijakan nyeleneh ini bahkan dituangkan dalam surat edaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Depok, yakni ditujukan bagi pengelola kantin di lingkungan Balaikota Depok dengan nomor surat 010/26-UM.
Surat edaran di lingkungan kantin Balai Kota tersebut berisi imbauan bahwa dalam rangka hemat listrik, kebersihan dan keindahan lingkungan Balaikota Depok serta program “One Day No Rice” atau “Satu Hari Tanpa Nasi”.
Surat tersebut pun ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Etty Suryahati atas nama Kepala Bagian Umum Kota Depok Wijayanto.
(Stefanus Yugo Hindarto)