JAKARTA- Pembelian pesawat khusus presiden menimbulkan pro dan kontra. Beberapa pihak menilai bahwa pembelian pesawat tersebut adalah bagian dari pemborosan.
Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha membantah hal tersebut. "Kami kira, karena ini sudah didelegasikan sepenuhnya kepada Seskab yang didampingi sekeretaris mensesneg, pak Lambock yang telah memberikan penjelasan kepada DPR RI beberapa waktu lalu dan juga telah memberi penjelasan kepada ruang publik, jadi itu telah dijelaskan," kata Julian di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2012).
Terus terang, kata Julian, dirinya tidak memiliki data-data yang lengkap tentang nominal dan sebagainya, tetapi yang pasti bahwa pertimbangan untuk pembelian pesawat kepresidenan itu telah didasarkan pada apa yang menjadi pertimbangan, khususnya dari segi keamanan.
"Termasuk juga segi informasi, teknologi komunikasi dan sebagainya yang disiapkan dan disediakan dalam pesawat kepresidenan itu," imbuhnya.
Julian menuturkan ada banyak penjelasan pesawat kepresidenan nanti bilamana sudah dioperasikan. Secara usia, pesawat itu bisa bertahan sampai 35 tahun. “Mungkin dari pihak pembuat menjamin atau paling tidak sampai 25 tahun. Tapi dengan keuntungan seperti itu, bisa dibandingkan, termasuk dalam unsur atau biaya operasionalisasinya dan perawatannya," papar Julian.
(Stefanus Yugo Hindarto)