BANDA ACEH – Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan dirinya bersama mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) akan mendirikan partai politik lokal baru, karena Partai Aceh dinilai belum bisa memenuhi keinginan rakyat.
“Kita berencana membuat partai lokal yang baru, yang lebih komprehensif, yang lebih punya nilai lebih bagi kepentingan rakyat,” kata Irwandi kepada wartawan seusai rapat konsolidasi dihadiri seratusan mantan GAM dari Aceh Besar di Asrama Haji Banda Aceh, senin (13/2/2012).
Irwandi yang juga calon Gubernur Aceh mengaku menang tidaknya dia dalam Pemilukada digelar 9 April mendatang, tak akan menyurutkan niatnya untuk mewujudkan parpol lokal tersebut. Dia mengaku tidak akan memimpin partai tersebut, namun cukup menduduki jabatan sebagai pembina saja.
“Ini partai terbuka, hanya yang motori saja mantan-mantan kombatan, mantan-mantan pejuang GAM. Semua masyarakat bisa masuk,” ujar Irwandi yang juga bekas wakil GAM di Aceh Monitoring Mission (AMM).
Irwandi mulai berseberangan pendapat dengan Partai Aceh setelah dirinya tidak dicalonkan oleh Partai bentukan mantan GAM itu.
Saat itulah suara GAM terbelah, sebagian GAM di daerah mendukung Irwandi maju melalui jalur perseorangan, sementara kalangan elit GAM setia dengan Partai Aceh yang kini mengusung Zaini Abdullah sebagai calon Gubernur.
Menurut Irwandi Partai Aceh yang pernah ia besarkan namanya belum sepenuhnya memenuhi harapan atau keinginan masyarakat Aceh.
“Partai yang pernah saya bela itu juga belum memenuhi keinginan rakyat dan apa yang belum terpenuhi itu akan kita sempurnakan,” sebutnya.
Irwandi mengaku belum menentukan nama partainya, namun draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sudah dipersiapkan sejak lima tahun yang lalu. “Sebenarnya kami sudah siap mendaftar, tapi Kanwil Hukum dan HAM belum ada Juklak (Penunjuk pelaksana),” kata dia.
(Amril Amarullah)