Demokrat: Elektabilitas Turun adalah Peringatan

Misbahol Munir, Jurnalis
Senin 20 Februari 2012 07:30 WIB
Dokumentasi Okezone
Share :

JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mutopa menilai penurunan suara PD hingga sebesar tujuh persen suara yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Minggu, 19 Februari 2012 kemarin, tidak menguntungkan partai politik lain. Saan meyakini bahwa suara konstituen yang hilang itu bisa kembali memilih PD nantinya. Apalagi penurunan suara itu juga dialami oleh parpol lain.  
“Tentu penurunan suara PD tidak memberikan manfaat untuk elektabilitas partai politik lain. Penurunan suara ini dialami oleh semua parpol,” ujar Saan saat berbincang dengan okezone, Senin (20/2/2012).
 
Sekretaris Fraksi PD DPR RI itu menjelaskan penurunan suara hasil survei itu merupakan hal biasa. Sebab dalam kancah survei parpol bisa mengalami kenaikan dan penurunan suara konstituen. Hal itu tergantung dengan situasi dan kondisi internal parpol. Dia optimis suara yang mengambang itu bisa kembali ke PD karena suara tersebut masih sangat berpeluang diambil lagi.
 
“Kedua, hasil survei selalu fluktuasi dan naik turunnya survei hal biasa. Suara mengambang yang keluar dari PD itu masih ada peluang untuk diraih kembali oleh PD, karena suara yang mengambang itu masih cair,” kata dia.
 
Tentunya kata dia, merosotnya suara PD itu sebagai pukulan bagi semua elemen PD. Penurunan suara itu harus segera dievaluasi agar suara PD tidak semakin melemah nantinya. Semua elemen kata dia harus bertanggung jawab mengembalikan suara yang mengambang tersebut.
 
“Apa yang terjadi dengan penurunan pemilih PD menjadi peringatan ke semua elemen PD dan semua bertanggung jawab bagaimana mengembalikan konstituen PD kembali. Tentunya harus ada evaluasi agar suara potensial yang hilang itu kembali,” tegasnya.
 
Dia juga mengakui bahwa penurunan suara tersebut disebabkan banyak kasus hukum yang menerpa kader PD. Sementara terkait kasus hukum yang menerpa kader PD dia menyerhkan pada proses hukum yang berjalan. Saan berharap penegak hukum dapat segera menyelesaikan kasus tersebut dengan cepat, profesional, dan adil agar kasus itu tidak menyandera PD.
 
“Penurunan suara pemilih ini merupakan efek turunan dari berbagai kasus yang melanda PD. Tentunya itu harus disikapi dengan bijak dan baik. Masalah kasus hukum yang melanda kader PD kita serahkan pada proses hukum yang berjalan. Kita berharap penegak hukum dapat menyelesaikan kasus tersebut dengan cepat, profesional dan adil,” tukasnya.
 
Sebelumnya, hasil survei LSI pada tanggal 1-12 Februari 2012 mengungkapkan, Partai Demokrat kembali mengalami penurunan sebesar tujuh persen suara. Partai Demokrat secara elektabilitas menurun drastis. Dari perolehan 21 persen pada pemilu 2009 lalu, saat ini menjadi 13,6 persen. Sedangkan Partai Golkar 15,5 persen, PDI Perjuangan 13,6 persen, Gerindra 4,9 persen, PPP 4,9 persen, PKB 4,6 persen, PAN 4,1 persen, PKS 3,7 persen, Hanura 1,2 persen, dan 5,1 persen memilih partai lain (non parleman), serta 28,9 persen masyarakat belum menentukan pilihan.
 
Menurut peneliti senior LSI, Burhanuddin Muhtadi, penurunan yang dialami Demokrat belum mampu dimanfaatkan oleh PDI P dan Golkar.
 
"Kedua partai besar tersebut belum mampu mengambil keuntungan dari penurunan elektabilitas Demokrat. Sedangkan Gerindra, PPP, PKB, PAN, dan PKS mengalami stagnasi karena hasil dari survei tidak jauh beda dengan perolehan suara di pemilu tahun 2009,” ujarnya, Minggu (19/2/2012).
 
Jumlah responden dalam survei ini sebesar 2.050 yang ada di 33 provinsi di Indonesia dan diperkirakan margin of error sebesar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode wawancara dilakukan dengan tatap muka. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel. Partai yang dijadikan pilihan dalam survei ini adalah 38 partai peserta pemilu 2009.
 

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya