DENPASAR - Hasil autopsi terhadap jenazah I Made Purnabawa (27), istri, dan putrinya, diketahui ketiganya tewas akibat pukulan benda tumpul berkali-kali di bagian wajah.
Kesimpulan itu disampaikan Ketua Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Dudut Rustyadi, yang juga ketua tim medis yang melakukan autopsi terhadap tiga jenazah.
Seperti diketahui, setelah ditemukan tewas mengenaskan di Kabupaten Jembrana, pada Senin pagi kemarin, jasad Purnabawa, istrinya Ni Luh Ayu Sri Mahayoni (27), dan anaknya Ni Wayan Krisna Ayu Dewi (9) langsung diautopsi.
”Kami temukan adanya kekerasan tumpul pada wajah, sehinga mengalami patah tulang pada wajah ketiga korban,” kata Dudut saat dihubungi okezone, Selasa (21/2/2012).
Melihat luka patah tulang pada bagian wajah ketiga korban, pelaku melakukan pemukulan lebih dari satu kali.
Disinggung benda tumpul dimaksud, jelas Dudut, bisa beruapa potongan kayu atau besi yang bisa menyebabkan patah tulang wajah. Semua bagian seperti tulang pipi, dahi, patah berkeping, sehingga wajah korban sulit dikenali.
Dari pemeriksaan, tidak ditemukan adanya luka pada ketiga korban akibat kekerasan benda tajam, sehingga kesimpulannya korban dihabisi dengan benda tumpul.
Selain wajah, juga ditemukan luka pada beberapa anggota tubuh korban lainnnya namun tidak sampai berakibat fatal.
”Semua pukulan dilakukan di bagian depan wajah, kami tidak menemukan adanya bekas luka kekerasan pada bagian belakang kepala korban,” ujarnya.
(Dian AF)