KSPSI: Kongres di Malang Tak Berdasar

Tri Kurniawan, Jurnalis
Rabu 22 Februari 2012 18:52 WIB
ilustrasi
Share :

JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyesalkan pernyataan pengurus KSPSI versi Konggres Malang yang menyebut kongres di Jakarta tidak sah.
 
Menurut Andi, pengurus yang menyebut kongres di Malang dihadiri 25 DPD dan belasan federasi merupakan klaim yang tidak memiliki dasar.
 
"Tadinya saya berkomitmen tidak ingin berbalas pantun di media dan saling hujat tapi saya melihat pernyataan mereka sudah sangat keterlaluan," kata Andi dalam pernyataan tertulisnya kepada okezone, Rabu (22/2/2012).
 
Dia juga menyesalkan, ada yang mengaku sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Niaga dan Bank (NIBA) dan menghadiri kongres KSPSI di Malang. Padahal, kata dia, jabatan tersebut diembannya sejak 2010 lalu yang terpilih melalui muasyawarah nasional NIBA.
 
"Saya punya pengurus daerah dan ratusan PUK se-Indonesia, tapi saya mendengar ada pihak yang juga mengaku sebagai Ketum NIBA, pertanyaan saya kapan mereka Munas sehingga dengan mudahnya membuat SK pengangkatan Ketum NIBA," ungkapnya.
 
Andi juga mempertanyakan adanya klaim jika kongres di Malang dihadiri pengurus DPD Lampung, Jambi, Kalimantan Barat dan Yogyakarta. Padahal kata dia, Ketua DPD dan sekretarisnya jelas menghadiri kongres di Jakarta. Andi meragukan keabsahan orang yang mengaku sebagai pengurus di DPD dan hadir di kongres Malang.
 
"Saya minta tidak perlu bicara sah atau tidak sah nanti malah terbuka semua yang sebenarnya," ungkapnya.
 
Yang paling nyata adalah, tambahnya, 30 Ketua DPC SPSI Jawa Timur yang seharusnya menjadi tuan rumah kongres di Malang, justru menghadiri konggres di Jakarta.
 
Andi yakin, yang menghadiri konggres di Jakarta adalah Federasi Serikat Pekerja anggota SPSI yang besar dan mempunyai jumlah anggota mayoritas di SPSI seperti SP TSK (Tekstil), SP KEP(Pertambangan), SP LEM(Logam Mineral).
 
"Saya berharap tidak ada lagi klaim yang tidak berdasar dan pernyataan yang membingungkan publik.Kalau memang berniat menjadi pemimpin buruh tunjukkan dengan kerja nyata saja," ujarnya.
 
Sebelumnya, pengurus kongres KSPSI di Malang menyebut jika kongres dihadiri 25 DPD, 14 SPA, lima jajaran pengurus DPP serta delapan pengurus MPO dan 430 DPC.
 
Ketua Umum KSPSI versi kongres di Malang Yorrys Raweyai mempertanyakan legitimasi dan alasan yuridis kongres di Jakarta. Kata dia, kongres KSPSI di Jakarta tidak memenuhi prasyarat sebagaimana yang diatur dalam AD/ART, sebab tidak diselenggarakan oleh DPP KSPSI.

(TB Ardi Januar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya