JAKARTA - Politikus Partai Demokrat, M Nasir membantah telah memanfaatkan posisinya sebagai anggota DPR saat membesuk Nazaruddin di Rutan Cipinang.
Padahal hasil verifikasi Badan Kehormatan (BK) DPR menyebut Nasir menggunakan jabatannya sebagai anggota dewan untuk bebas keluar masuk Rutan di luar jam kunjungan.
"Enggak ada seperti itu (menyalahgunakan jabatan). Saya enggak bawa jabatan kesana," kata Nasir kepada wartawan sebelum diperiksa BK DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Menurut Nasir, kunjungannya ke Rutan Cipinang hanya untuk membesuk saudaranya Nazaruddin yang tengah sakit. "Saya cuma lihat saudara sakit, ini kan cuma persaudaraan. Karena saya abangnya ya lihat adiknya," tegas dia.
Bekas anggota Komisi Hukum yang kini duduk di Komisi Keuangan dan Perbankan DPR ini, tak menjawab ketika disinggung mengenai keterangannya yang berbeda soal lama waktu di Rutan Cipinang.
Ketua BK DPR M Prakosa sebelumnya mengatakan Nasir mengakui hanya setengah jam di Rutan. Namun berdasarkan rekaman CCTV, Nasir diketahu menjenguk Nazar selama 2 jam 8 menit. "Enggak tahu, saya enggak ingat,saya nggak lihat jam," pungkasnya.
Sebelumnya anggota BK DPR Fahri Hamzah mengatakan BK telah menemukan pelanggaran etika yang dilakukan Nasir. Kesimpulan ini diambil dari hasil verifikasi BK terhadap data dan keterangan dari sejumlah pihak yakni Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, pejabat Rutan Cipinang termasuk Nasir.
“Verifikasi sudah selesai, dalam verifikasi kita menemukan pelanggaran etik. Berdasarkan hasil verifikasi, BK juga menemukan adanya perbedaan keterangan antara Nasir dengan pihak lain yang dimintai penjelasan.
"Hasil verifikasi ada perbedaan keterangan Nasir, ICW dan Wamenkum HAM, ini jadi bahan pemeriksaan kita kepada saudara nasir. Kalau dibantah kita akan proses lagi," tegasnya.
Pelanggaran yang dilakukan Nasir berdasarkan verifikasi BK adalah penyalahgunaan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi ataupun keluarga.
“Ada beberapa poin, ucapan, kelakuan, integritas, penyalahgunaan, itu akan dianalisis setelah kita kumpulkan fakta. Kita konfrontasi, kalau dibantah silakan," pungkasnya.
(Amril Amarullah)